The Fed Bakal Kendurkan Kenaikan Suku Bunga, Rupiah Lanjut Menguat

  • Whatsapp
Rupiah menguat (Sumber : www.cnbcindonesia.com)

JAKARTA – mampu melanjutkan tren positif pada perdagangan Kamis (24/11) pagi setelah risalah The Fed mengindikasikan akan mengendurkan kenaikan suku bunga. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 09.01 WIB, Garuda menguat tajam 50,5 poin atau 0,32% ke level Rp15.636 per dolar AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 10 poin atau 0,06% ke level Rp15.686,5 per dolar AS pada transaksi Rabu (23/11) sore.

Dalam rilis risalah rapat kebijakan edisi 2022, para pembuat kebijakan The Fed sepakat untuk segera mengendurkan laju kenaikan suku bunga acuan mereka. Mencerminkan pernyataan yang telah dibuat beberapa pejabat selama beberapa minggu terakhir, ringkasan pertemuan menunjukkan kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada rapat yang akan datang.

Bacaan Lainnya

“Sebagian besar peserta menilai bahwa perlambatan laju peningkatan (suku bunga) kemungkinan akan tepat,” bunyi risalah tersebut, seperti dilansir dari CNBC International. “Keterlambatan dan besaran yang tidak pasti terkait dengan efek tindakan kebijakan pada aktivitas dan inflasi adalah salah satu alasan mengenai mengapa penilaian semacam itu penting.”

Risalah mencatat bahwa kenaikan suku bunga yang lebih kecil akan memberikan pembuat kebijakan kesempatan untuk mengevaluasi dampak dari suksesi kenaikan suku bunga. Beberapa anggota berpendapat bahwa memperlambat laju kenaikan dapat mengurangi risiko ketidakstabilan dalam sistem keuangan, sedangkan yang lain mengatakan mereka ingin ‘menunggu’ untuk mengurangi kecepatan.

Selepas rilis risalah tersebut, indeks dolar AS melanjutkan pelemahan yang sudah terjadi pada perdagangan sebelumnya. Paman Sam terpantau melemah 0,175 poin atau 0,17% ke level 105,901 pada pukul 08.41 WIB. Sepanjang tahun berjalan, greenback telah mengangkangi sejumlah mata uang utama, didorong kenaikan suku bunga The Fed yang tinggi.

Data AS terbaru juga membuat laju dolar AS lebih rendah. Jumlah orang AS yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran dilaporkan naik lebih dari yang diperkirakan sepanjang pekan lalu, sedangkan aktivitas di negara tersebut mengalami kontraksi untuk bulan kelima berturut-turut pada 2022, meskipun penjualan rumah naik di atas ekspektasi.

Menurut analisis CNBC Indonesia, rupiah berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, merespon risalah rapat kebijakan bank sentral AS pada dini hari tadi. Secara teknikal, area Rp15.450 per dolar AS terbukti menjadi support kuat yang menahan penguatan rupiah, yang disimbolkan USD/IDR. Rupiah sebelumnya terus tertekan sejak menembus ke atas rerata pergerakan 50 hari.

Pos terkait