The Fed Kembali Hawkish, Rupiah Berakhir Melemah

  • Whatsapp
Rupiah - en.tempo.co
Rupiah - en.tempo.co

JAKARTA – Rupiah harus menerima nasib tertahan di area merah pada perdagangan Jumat (3/12) sore ketika para pejabat The Fed mengeluarkan pernyataan hawkish mengenai kemungkinan menaikkan suku bunga lebih cepat. Menurut catatan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda berakhir melemah 22 poin atau 0,15% ke level Rp14.419,5 per dolar AS.

Sementara itu, mata uang di kawasan Benua Asia terpantau bergerak variatif terhadap greenback. Thailand menjadi yang paling terpuruk setelah anjlok 0,37%, diikuti won Korea Selatan yang terkoreksi 0,29%, dolar Singapura yang turun 0,07%, dan peso Filipina yang melemah 0,06%. Sebaliknya, yen Jepang dan yuan mampu menguat tipis masing-masing 0,05%.

Bacaan Lainnya

“Pasar terlihat masih belum bisa lepas dari sentimen percepatan tapering AS yang menarik likuiditas dolar AS, sehingga berpotensi menguat,” tutur pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, dilansir dari CNN Indonesia. “Data klaim tunjangan AS yang menunjukkan hasil lebih bagus dari ekspektasi dan inflasi AS yang melebihi target akan semakin mendorong The Fed untuk melakukan tapering.”

Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (2/12) waktu setempat melaporkan klaim untuk pekan yang berakhir 27 2021 berjumlah 222.000, lebih tinggi dari minggu sebelumnya yang sebesar 194.000, tetapi lebih rendah dibandingkan survei Wall Street. Klaim awal memang naik, tetapi bertahan pada level yang konsisten dengan bagaimana pasar kerja terlihat sebelum pandemi Covid-19.

Dari pasar global, indeks dolar AS bergerak lebih tinggi pada hari Jumat di tengah nada yang lebih tenang di kalangan karena kekhawatiran atas dampak omicron cenderung mereda, tetapi pergerakannya sedikit diredam menjelang laporan nonfarm payroll. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,04 poin atau 0,04% ke level 96,196 pada pukul 10.52 WIB.

Seperti dilansir Reuters, para ilmuwan di Afrika Selatan, lokasi varian omicron pertama kali ditemukan, mengatakan bahwa vaksin yang ada masih dapat melindungi terhadap penyakit parah dan kematian. Tiga kasus omicron yang diidentifikasi di AS juga semuanya menunjukkan gejala ringan. Di tempat yang lain, pejabat The Fed mengatakan bahwa mungkin sudah saatnya mereka menyusun rencana untuk menaikkan suku bunga guna memerangi inflasi.

“Pembicaraan The Fed semalam tidak dapat disangkal adalah hawkish,” kata direktur di National Australia Bank, Tapas Strickland. “Berita utama omicron adalah ‘positif bersih’ membantu sentimen risiko untuk pulih. Namun, dengan penilaian pertama tentang kemanjuran vaksin saat ini mungkin masih sekitar satu minggu lagi, volatilitas mungkin masih berkelanjutan.”

Pos terkait