Jumlah Siswa Asing Menurun, Jepang Akan Gencarkan Beasiswa Internasional

  • Whatsapp
Proses Belajar di Jepang - www.nippon.com
Proses Belajar di Jepang - www.nippon.com

Tokyo – Kementerian Pendidikan Jepang akan meningkatkan upaya untuk membawa lebih banyak siswa setelah jumlah siswa internasional di sejumlah universitas di Negeri Sakura menurun drastis. Salah satu upaya pemerintah Jepang untuk menarik perhatian calon mahasiswa asing adalah menggencarkan beasiswa internasional.

Pada 2020, pemerintah Jepang menargetkan penerimaan mahasiswa sebanyak 300.000 orang dengan membuat program ‘Global 30.’ Ini adalah program kelas khusus yang menggunakan Inggris dalam proses belajar mengajar.

Bacaan Lainnya

“Global 30 adalah salah satu rencana pemerintah menerima 300.000 mahasiswa asing,” ucap Verawati, petugas Educational Information Center Representative Office Jakarta dalam ANTARA. “Ini dilakukan maksimal hingga 2020.”

Tidak sembarangan, pemerintah melakukan kerjasama dengan tiga belas universitas terpilih di Negeri Terbit, baik negeri maupun swasta. Universitas pilihan ini adalah kampus terpilih yang dianggap mampu melaksanakan program ‘Global 30.’

Universitas tersebut adalah Universitas Tohoku, Universitas Tsukuba, Universitas Tokyo, Universitas Nagoya, Universitas Kyoto, Universitas Osaka, Universitas Kyushu, Universitas Keiko, Universitas Sophia, Universitas Meiji, Universitas Waseda, Universitas Doshisha, dan Universitas Ritsumeikan.

Sayangnya, program ‘Global 30’ sempat mengalami gangguan. Larangan perjalanan akibat COVID-19 di 2021 membuat jumlah mahasiswa menurun. Ini sangat mengkhawatirkan sektor korporasi yang ingin bekerjasama dengan universitas terkait program ‘Global 30.’

Dilansir dari Nikkei Asia, jumlah siswa internasional di Jepang turun dari 310.0000 orang di 2019 menjadi 242.000 di tahun 2021. Penurunan juga terjadi pada jumlah siswa Jepang yang dikirim ke luar negeri, sekitar 107.000 di tahun 2019 menjadi 1.400 di tahun 2020.

Sebagai solusi, pemerintah berencana meningkatkan perekrutan mahasiswa di daerah-daerah yang ditargetkan. Secara umum, pemerintah menargetkan calon mahasiswa yang memiliki minat di bidang sains dan teknik. Untuk mempermudah hal ini, pemerintah Jepang akan mencari bantuan dari penerima beasiswa yang disponsori pemerintah dalam menemukan bakat barunya.

Di sisi lain, Jepang akan memperluas Leap for Tomorrow Study Abroad Initiative, kemitraan publik-swasta untuk mendorong siswa Jepang pergi ke luar negeri. Program ini didanai investor dan perusahaan yang bekerjasama dengan pemerintah maupun universitas pilihan.

Dengan begini, tujuan dari program ‘Global 30’ dapat terlaksana dengan baik. Tujuan dari program ‘Global 30’ tidak hanya menarik lebih banyak siswa untuk membuat universitas di Jepang kompetitif secara internasional, tetapi juga mengirim siswa Jepang ke luar negeri untuk membantu membangkitkan ilmu pengetahuan di kancah internasional.

Khusus untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin mengetahui program ‘Global 30’ dan ingin berkuliah di Jepang dengan beasiswa, bisa langsung menghubungi Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. WNI juga bisa langsung menghubungi Japan Student Services Organization (JASSO) yang ada di Jakarta.

Pos terkait