Percantik Aksesoris Sepeda Motor, Seni Grafir Makin Diminati

Seni Grafir Percantik Aksesoris Sepeda Motor - (YouTube: PasarKita)
Seni Grafir Percantik Aksesoris Sepeda Motor - (YouTube: PasarKita)

Seni grafir merupakan seni terapan kriya yang memakai teknik ukir atau pahat pada media logam. Karena dapat diterapkan pada media logam ringan seperti aluminium, seni grafir saat ini dipakai untuk memperindah aksesoris sepeda motor. Dodik Austin menjadi salah satu perajin seni grafir untuk sepeda motor di Kabupaten . Keandalannya dalam mengukir aksesoris sepeda motor membuatnya banjir pesanan, khususnya dari kalangan komunitas motor.

Bacaan Lainnya

Dodik Austin telah menggeluti seni grafir mulai tahun 2012 silam dan hanya fokus untuk pengerjaan ukiran pada suku cadang kendaraan bermotor dari material aluminium. Pria yang beralamat di Jl Rambutan No 8 Dusun Dermo, Kecamatan Dau ini, mengawali usahanya setelah bergabung di komunitas motor ber-cc besar. “Pada era 2012 itu ikut komunitas dan jarang ada seni grafir motor. Awalnya coba-coba setelah dipraktikkan dan banyak yang minat, akhirnya terjun juga. Semua aksesoris motor bahan alumunium, bahan besi kebetulan belum melayani karena keterbatasan alat,” kata Seniman Grafir Motor, Dodik Austin.

Pria dengan yang akrab disapa Dodik X Gladiator ini hampir setiap hari menerima pesanan untuk culter mesin peleg dan tangki motor. Layaknya ukiran kayu, Dodik begitu telaten menggores spare part motor secara manual dan menyulapnya menjadi lebih estetik. Dibandingkan dengan alat modern, sistem manual memang membutuhkan waktu lebih lama. “Pada seni grafir ada tiga teknik, mulai dari manual pakai pahat, ada dengan bantuan mesin, dan pakai cairan kimia. Tetapi dari ketiga teknik tersebut, teman komunitas paling minat yang manual karena hasilnya kelihatan lebih natural,” ungkapnya.

Pelanggan setianya memang didominasi oleh komunitas pecinta motor dan kalangan mahasiswa. Soal harga, Dodik mematok tarif mulai Rp450 ribu untuk satu set culter mesin, tergantung yang diinginkan. Selama ini, Dodik memasarkan jasanya melalui serta bantuan dari rekan komunitasnya. “Harga bervariasi mulai dari Rp450 ribu – Rp750 ribu, ada juga yang meminta bersih dengan krom, tentu ada tambahan biaya. Pemasarannya lewat sistem , ada juga dari ke mulut,” pungkas Dodik.

Dodik rupanya tak sendiri, di berbagai daerah lain juga dijumpai seniman grafir motor yang juga produktif. Seperti salah satu pemuda dari Sukoharjo, Dwi Yan Ardiyanto yang sukses memasarkan produk grafirnya hingga luar Pulau Jawa yakni Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Indonesia Timur. Teknik grafirnya sendiri dia dapat secara otodidak, bukan dari formal ataupun belajar dengan orang lain. 

Berhubung dia sempat punya latar belakang desainer batik, dia pun berusaha menciptakan motif dan ornamen yang sempat jadi keahliannya. “Soal harga mulai mulai Rp900 ribuan untuk grafir blok/kalter kiri kanan, dan sudah difinishing krom dan candy, dengan lama pengerjaan sekitar dua mingguan,” terang Dwi.

Pos terkait