Sempat Stabil, Bitcoin dan Ethereum Serentak Melesat Naik

  • Whatsapp
Harga bitcoin dan ethereum hari ini, Minggu (10/1) - www.supercryptonews.com

Jakarta – Harga uang kripto mengalami dinamika yang menarik pemain pasar. Setelah disinyalir turun pada jumat (19/11), kini Bitcoin sudah ada tanda-tanda lonjakan menurut pemerhati pasar. Berdasarkan CoinMarketCap, berita harga BTC hari ini, Minggu (21/11) naik 0,58% menjadi USD 58.924,94 atau sekitar Rp840 jutaan apabila dikonversikan dalam rupiah.

Tak hanya BTC yang mengalami kenaikan, tetapi juga Ethereum. Hari ini (21/11) ETH naik 1,47%, yakni USD 4.357,97 atau sekitar Rp62 juta jika dirupiahkan. Mengalami kenaikan lebih pesat dibandingkan BTC, beberapa pedagang tak mau ambil rugi dan membeli ETH dalam jumlah banyak di bursa berjangka seperti ProShares.

Bacaan Lainnya

Namun, bagi para investor yang mementingkan jangka waktu panjang untuk menikmati keuntungan dari pasar kripto, BTC masih menjadi pilihan yang menarik. Dengan kenaikan tidak terlalu banyak, investor bisa membeli koin tersebut dalam jumlah banyak untuk ditabung dan bisa dijual saat harga BTC melesat. Merupakan cryptocurrency pertama di dunia, belum ada kata terlambat untuk bergabung dengan raksasa kripto BTS.

“Kemungkinan besar, BTC mengalami pergerakan yang baik dan mampu meroket di masa depan,” Kata kontributor The Motley Fool, Adria Cimino. “Untuk mendapatkan keuntungan yang besar dari BTC, Anda harus bersabar dan tidak bisa menggunakan sistem trader, tetapi investasi jangka panjang.”

Sistem investasi jangka panjang tidak hanya bisa diterapkan dalam permainan pasar saham, tetapi juga kripto. Dengan mempertimbangkan waktu jangka panjang untuk dan membeli BTC maupun ETH, pemegang koin kripto mampu memprediksi kerugian dan keuntungan dari penjualan maupun pembelian.

Sempat naik dan turun, berdasarkan CoinDesk, BTC stabil di hari jumat (19/11) dengan harga USD 57.000 atau sekitar Rp813 jutaan. Ini terjadi setelah penurunan hampir 10% selama seminggu terakhir. BTC yang mengalami kestabilan selama 24 jam terakhir, kalah dengan ETH yang mengalami kenaikan 5%.

“Mengetahui lonjakan BTC, orang lebih suka menjualnya di pasar berjangka,” Kata Ki Young Ju, CryptoQuant pada CoinDesk.”Dengan menjualnya di pasar berjangka, orang-orang bisa meminimalkan risiko kerugian atau menerima keuntungan lebih.”

Mundur sehari yang lalu (20/11) BTC mengalami penurunan sekitar 13%. Ini adalah level penurunan tertinggi yang pernah terjadi pada BTC setelah sempat stabil hari jumat. Dengan penurunan tersebut, diperkirakan pemegang BTC mengalami kerugian lebih dari 10% hingga 15% dari harga awal pembelian.

Tidak bisa ditarik keseluruhan, BTC yang dibeli di pasar berjangka, rata-rata dibatasi hanya bisa diambil kembali sekitar 50% hingga 60%. Ini terjadi pada masa-masa penurunan BTC sebelum pemulihan harga terjadi. Beberapa analisis melihat penarikan yang terjadi saat ini sebagai tanda peringatan penurunan harga dan ini bisa dijadikan pedoman bagi pemegang BTC.

“Penurunan total kapitalisasi yang akan terjadi, yakni sebesar 5% pada cryptocurrency akan menandakan dimulainya pasar beruang,” jelas analis FxPro, Alex Kuptsikevich. “Pasar beruang adalah bentuk yang dilakukan pemegang koin kripto dengan hukum psikologi yang mirip seperti analisis teknis untuk meraup keuntungan, baik pada BTS maupun ETH.” [lmas/ist]

Pos terkait