Fluktuatif pada Selasa Pagi, Bagaimana Laju Rupiah Hari Ini?

  • Whatsapp
Rupiah - www.liputan6.com
Rupiah - www.liputan6.com

JAKARTA – Rupiah terpantau bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa (22/11) pagi. Setelah sempat dibuka menguat ke level Rp15.707 per dolar AS, uang Garuda langsung berbalik melemah 5,5 poin atau 0,04% ke posisi Rp15.718 per dolar pada pukul 09.06 WIB. Sebelumnya, spot berakhir terkoreksi 28,5 poin atau 0,18% di posisi Rp15.712,5 per dolar AS pada transaksi Senin (21/11) sore.

“Rupiah melemah imbas pernyataan beberapa pejabat The Fed yang mendukung kenaikan suku untuk memerangi tingkat inflasi,” tutur analis DCFX Futures, Lukman Leong, seperti dikutip dari CNN Indonesia. “Investor mengantisipasi risalah pertemuan FOMC minggu ini, dengan Ketua The Fed, Jerome Powell, diperkirakan juga akan memberikan sikap yang sama (hawkish).”

Bacaan Lainnya

Hampir senada, analis Monex Investindo Futures, Faisyal, dalam kajiannya mengatakan bahwa pernyataan hawkish pejabat The Fed mendorong dolar menguat serta meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah AS. “Sentimen penguatan dolar AS juga dipicu permintaan aset safe haven yang likuid di balik memburuknya kasus Covid-19 di Tiongkok,” ujar Faisyal, dilansir dari Antara.

Seperti diketahui, Presiden The Fed St. Louis, James Bullard, menyampaikan bahwa suku acuan yang sesuai adalah di antara 5 sampai 7%, lebih tinggi daripada antisipasi pasar. Sementara itu, Presiden The Fed Minnesota, Neel Kashkari, berpendapat bahwa data satu bulan tidak dapat meyakinkan secara berlebihan, karena mereka harus terus menjalankan kebijakannya sampai yakin bahwa inflasi telah berhenti naik.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, juga mengatakan bahwa kembali melonjaknya kasus Covid-19 di China sehingga ada pengetatan aktivitas di beberapa kota mendorong permintaan terhadap aset safe haven, terutama dolar AS. Pelemahan yuan China terhadap greenback juga mendorong pelemahan uang Asia lainnya, termasuk rupiah.

“Pasalnya, China merupakan mitra dagang utama negara-negara Asia, termasuk Indonesia, sehingga pengetatan aktivitas berpotensi mendorong penurunan ekspor,” terang Josua, dilansir dari Kontan. “Rupiah pada perdagangan hari ini akan cenderung melemah terbatas di rentang Rp15.675 hingga Rp15.750 per dolar AS.”

Sementara itu, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menambahkan, aliran safe haven ke dalam dolar juga didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap adanya potensi nuklir dalam konflik Rusia-Ukraina. Kekhawatiran ini muncul seiring dengan gencarnya penembakan ke pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhya Ukraina.

Pos terkait