Disanksi Barat, Rusia Pertimbangkan Legalisasi Perbankan Syariah

  • Whatsapp
Ilustrasi: sebuah bank di Rusia (sumber: trtworld.com)
Ilustrasi: sebuah bank di Rusia (sumber: trtworld.com)

Moskow – Barat yang tegas terhadap Rusia membuat negara itu merasa cemas dengan nilai Rubel yang melesat. Bahaya dari nilai mata Rusia yang semakin tinggi, justru membuat perekonomian negara ini berisiko pada krisis. Untuk itu, pemerintah sedang pertimbangkan perbankan syariah berbasis Islam.

Rusia sedang menyusun undang-undang baru untuk mengatur perbankan syariah di negara itu. Sebagai sektor yang berkembang, bank syariah diharapkan mampu membantu bank-bank milik negara yang terkena Barat untuk menarik investor dari negara-negara mayoritas Muslim serta melayani pelanggan domestik.

Bacaan Lainnya

Otoritas Rusia akan mengizinkan lembaga keuangan non-kredit baru yang berspesialisasi dalam perbankan Islam. Bank Sentral bisa menjadi regulator. Harian Rusia Kommersant yang diedarkan secara massal melaporkan bahwa lembaga perbankan non-kredit akan beroperasi sebagai Financing Partnership Organisations (FPO) dan menawarkan keuangan yang sesuai dengan syariah kepada pelanggan mereka.

Laporan itu menambahkan bahwa FPO akan berada di bawah Bank Sentral Rusia dan bertugas memelihara serta mengawasi kinerja Bank Sentral Rusia. Kepala State Duma Committee di Financial Market, Anatoly Aksakov, mengatakan rancangan undang-undang tersebut dapat diajukan ke Lower House pada akhir minggu untuk disetujui.

Bank Islam beroperasi di bawah pedoman agama dan etika, melarang bunga, dan spekulasi moneter. Sektor perbankan Islam global tumbuh 14% setiap tahun dan diperkirakan bernilai USD1,99 triliun. Ini menyumbang 6% saham di industri perbankan global non-Islam.

Menurut rancangan undang-undang, organisasi tersebut dapat mengumpulkan dana dari individu dan badan hukum serta menginvestasikannya dalam proyek-proyek sesuai dengan norma-norma hukum Islam atas dasar kemitraan. Bank Rusia, siap untuk inovasi, tetapi lebih memilih untuk menguji sistem baru pada berbagai entitas terbatas terlebih dahulu.

FPO juga akan menyediakan layanan memberikan pinjaman kepada badan hukum dan individu tanpa memungut biaya. Tak hanya itu, FPO akan membiayai nasabah sebagai perantara perdagangan dengan menandatangani kontrak penjualan angsuran atau kontrak sewa, serta membiayai produksi dan perdagangan dengan berpartisipasi dalam modal saham badan hukum atas dasar kemitraan dan pemberian jaminan.

“Dalam situasi baru yang ditandai dengan pemutusan dengan pasar keuangan Barat, kebutuhan warga Rusia, perusahaan ekonomi riil, dan lembaga keuangan dalam alat kemitraan Islam akan tumbuh,” kata penulis RUU dalam TRT World. “Pada saat yang sama, perbankan syariah memberlakukan beberapa larangan dan pembatasan. Misalnya, larangan pembayaran bunga (riba) dan transaksi bunga derivatif, larangan transaksi yang tidak pasti (gharar), larangan pembiayaan sektor ekonomi tertentu, termasuk perjudian, babi, alkohol, dll.”

Regulator menganggap mungkin untuk mengembangkan sistem kemitraan secara bertahap. Itu termasuk menciptakan kondisi untuk eksperimen regulasi, perwakilan regulator menjelaskan kepada publikasi.

“Ini akan memberikan peluang besar bagi perkembangan penyaluran kredit ke perekonomian dan perkembangan sektor keuangan,” ujar perwakilan regulator.

Qatar, Türkiye, Indonesia, Arab Saudi, Malaysia, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Pakistan menyumbang 93% dari aset perbankan syariah untuk Rusia. Di luar negara-negara mayoritas Muslim, bank Islam pertama didirikan di Inggris pada tahun 2004.

Pos terkait