Jumat Sore, Rupiah Ditutup Menguat Jelang Natal

Rupiah - www.jatengpos.com
Rupiah - www.jatengpos.com

Rupiah sanggup bertahan di zona pada perdagangan Jumat (24/12) sore menjelang Natal, ketika aset berisiko semakin diburu seiring menurunnya kekhawatiran terhadap varian Omicron. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 14.59 WIB, mata Garuda berakhir menguat 36,5 poin atau 0,26% ke level Rp14.196,5 per dolar AS.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, mayoritas mata uang di Benua Asia juga sukses mengungguli greenback, meski dalam kisaran yang sempit. Peso Filipina terpantau naik 0,06%, diikuti Malaysia yang bertambah 0,04%, won yang menguat 0,03%, dan yen Jepang yang naik 0,02%. Sebaliknya, baht Thailand harus melemah 0,04%, sedangkan yuan China bergerak stagnan.

“Rupiah masih akan berada di zona hijau pada hari ini, dengan optimisme pasar yang tetap berlangsung terhadap varian Omicron,” tutur analis pasar uang, Ariston Tjendra, pagi tadi seperti dikutip dari CNN Indonesia. “Beberapa riset menyatakan bahwa varian Omicron hanya menimbulkan gejala sakit ringan, dan hal ini yang membuat pasar menjadi lebih tenang dari sebelumnya.”

Senada, ahli strategi Western Union Business Solutions, George Vessey, mengatakan bahwa kekhawatiran tentang tingkat keparahan varian Omicron memudar. Hal tersebut mendorong permintaan untuk mata uang dan aset yang lebih berisiko, dan sebaliknya menekan tempat berlindung yang aman (safe haven) seperti dolar AS, yen Jepang, dan obligasi pemerintah

Tidak hanya mata uang berisiko, saham di kawasan Asia Pasifik sebagian juga beranjak naik pada hari Jumat, menyusul kenaikan semalam di Wall Street, dengan S&P 500 ditutup pada rekor baru. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,48%. Saham China daratan juga berada di wilayah positif, dengan komposit Shanghai sedikit lebih tinggi, sedangkan komponen Shenzhen melayang di atas garis datar.

Dari pasar global, indeks dolar AS terpantau berada di zona negatif, ketika data pada hari Kamis (23/12) waktu setempat menunjukkan bahwa jumlah warga AS yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran bertahan di bawah level pra-pandemi pekan lalu. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,57 poin atau 0,06% ke level 96,019, mendekati posisi terendah sejak Jumat (17/12) lalu.

Pos terkait