Rabu Pagi, Rupiah Lanjut Melemah di Tengah Sentimen Risk-on

  • Whatsapp
Rupiah - www.beritasatu.com
Rupiah - www.beritasatu.com

JAKARTA – Rupiah masih betah berada di teritori merah pada perdagangan Rabu (29/6) pagi di tengah sentimen risk-on pasar Asia. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 09.13 WIB, uang Garuda 20 poin atau 0,15% ke level Rp14.850,5 per dolar AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 33,5 poin atau 0,23% di posisi Rp14.830,5 per dolar AS pada Selasa (28/6) sore.

“Saya kira pelaku pasar cenderung khawatir dan mengantisipasi data inflasi pada Jumat (1/7) nanti, yang diperkirakan akan menembus level 4% dan memberikan tekanan kepada Bank untuk menaikkan suku bunga acuan,” tutur analis DCFX, Lukman Leong, dikutip dari Antara. “Dari sisi eksternal, sentimen pasar yang on dan off tidak mendukung uang Garuda.”

Bacaan Lainnya

Taruhan kenaikan suku bunga Federal Reserve yang agresif sebelumnya telah mendorong dolar AS dengan indeks naik ke level tertinggi hampir dua dekade di posisi 105,79 pada awal bulan ini. Namun, dengan beberapa indikator data frekuensi tinggi yang menunjukkan momentum ekonomi mulai mendingin dan penurunan harga-harga yang lebih luas, investor menjadi lebih berhati-hati.

Untuk perdagangan hari ini, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, berujar bahwa rupiah berpotensi rebound dan menguat terbatas. Hal itu seiring dengan rilis beberapa data ekonomi AS yang diproyeksikan melemah, sehingga cenderung mendorong koreksi pada greenback. “Rupiah akan bergulir pada kisaran Rp14.800 hingga Rp14.900 per dolar AS,” ujar Josua, dilansir dari Kontan.

Berbeda dengan Josua, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, mewaspadai tekanan dari eksternal yang berpotensi kembali menekan rupiah. Sentimen global yang dapat mendesak pergerakan uang Garuda adalah data inflasi global, gangguan pasokan komoditas, perang antara dan Ukraina, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.

“Meskipun ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa bank sentral menjadi lebih waspada terhadap inflasi, pesan keseluruhan tetap dovish,” terang Sutopo. “Pada perdagangan hari ini, uang Garuda kemungkinan bergulir di kisaran Rp14.800 hingga Rp14.900 per dolar AS, dengan level support Rp14.725 dan resistance Rp15.000 per dolar AS.”

Pos terkait