Rektor Unisma: Pembelajaran Online Sulit Dijadikan Wahana Pembentukan Karakter

  • Whatsapp
rektor Unisma
Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., didampingi Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P. di Gedung Umar bin Khattab Unisma

MALANG – Unisma (Universitas Islam Malang) telah berhasil menjalankan pembelajaran secara daring di masa pandemi. Selama lebih dari satu tahun, kampus di lingkungan Nahdliyin itu mengaku telah membangun banyak infrastruktur dan memfasilitasi keperluan pembelajaran online. Bahkan, aplikasi LMS (Learning Management System) yang digunakan Unisma telah terintegrasi dengan SPADA milik Kemdikbud RI.

Berbekal pengalaman dan kesuksesan itu, apakah Unisma akan mengintensifkan mode pengajaran online seperti perguruan tinggi di USA dan Australia? Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si. masih menimbang-nimbang ide itu. “Sebagian bisa online, tapi sebagian juga tidak harus online. Karena – terus terang – pembelajaran itu membutuhkan suatu pendekatan psikologis”, ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Maskuri, pengajaran secara daring memang bisa digunakan untuk mentransfer pengetahuan kepada anak didik. Namun, pendekatan psikologis juga amat diperlukan. Bagi Maskuri, berkepentingan membentuk karakter mahasiswanya.

“Karakter ini tidak bisa hanya dibentuk melalui of knowledge, tetapi karakter ini harus dilakukan melalui habituasi”, ungkap Maskuri. Dalam kesempatan bersama awak di acara Thematic Academy – Digital Reporter yang diselenggarakan BPSDMP Kominfo Surabaya di Unisma (17/11) Maskuri mengungkapkan beberapa kelemahan penyelenggaraan pendidikan secara online. Berdasarkan pertimbangan itu, pihaknya sampai saat ini belum akan membuka kuliah yang sepenuhnya ditempuh secara online, seperti yang dilaksanakan di beberapa negara maju. [yud/ist]

Pos terkait