Terpilihnya Powell Pukul Saham Asia, Rupiah Berakhir Melemah

  • Whatsapp
Rupiah - bisnis.com
Rupiah - bisnis.com

JAKARTA – Rupiah gagal merangsek ke area pada perdagangan Selasa (23/11) sore ketika imbal hasil obligasi AS cenderung bergerak lebih tinggi, sekaligus memukul saham Asia, seiring terpilihnya kembali Jerome Powell sebagai pemimpin The Fed. Menurut data Bloomberg Index pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah 8,5 poin atau 0,06% ke level Rp14.257,5 per dolar AS.

Sementara itu, mayoritas mata uang di kawasan Benua Asia juga tidak berdaya melawan greenback. Won Korea Selatan menjadi yang paling loyo setelah anjlok 0,33%, diikuti peso Filipina yang terkoreksi 0,09%, dolar Singapura yang terkoreksi 0,06%, dan ringgit Malaysia yang turun tipis 0,05%. Sebaliknya, yen mampu menguat 0,1%, sedangkan baht Thailand naik 0,07%.

Bacaan Lainnya

“Rupiah berpotensi bergerak di zona merah pada hari ini, karena kenaikan tingkat imbal hasil obligasi AS memberikan negatif untuk mata uang Garuda,” ujar analis pasar uang, Ariston Tjendra, dikutip dari CNN Indonesia. “Kenaikan yield obligasi AS dipengaruhi spekulasi pasar terhadap potensi terpilihnya Jerome Powell untuk kembali memimpin Federal Reserve. Pelaku pasar menganggap Powell akan mendukung rencana melakukan pengetatan moneter karena inflasi AS terus naik.”

Potensi Powell untuk kembali memimpin bank sentral AS juga membuat saham di Asia Pasifik cenderung bergerak lebih rendah pada hari Selasa. Seperti dilansir dari CNBC, indeks Hong Kong turun 0,9%, sedangkan saham China daratan beragam, dengan komposit sedikit naik sementara komponen Shenzhen lebih rendah 0,25%. Saham Kospi Korea Selatan turun 0,46% dan saham biofarmasi, Celltrion, anjlok lebih dari 6%.

Pergerakan itu terjadi karena investor di Wall Street bereaksi terhadap Presiden AS, Joe Biden, yang memilih Powell untuk masa jabatan berikutnya sebagai pemimpin The Fed. Powell sendiri telah membimbing bank sentral AS dan ekonomi negara itu melalui resesi pandemi, melepaskan stimulus moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menjaga pasar keuangan tetap bertahan. Sekarang, pencalonan Powell dikabarkan sudah menuju ke AS untuk konfirmasi.

“Kita telah beralih dari ekonomi yang ditutup ke ekonomi yang memimpin dunia dalam pertumbuhan ekonomi,” kata Biden dalam sebuah sambutan di Gedung Putih dengan para calon. “Saya menghormati independensi Jay. Pada saat potensi yang sangat besar dan ketidakpastian yang sangat besar bagi perekonomian kita, kita membutuhkan stabilitas dan kemandirian di Federal Reserve.”

Pos terkait