Amankan Piala Dunia 2022, Qatar Andalkan Tentara dari Pakistan

  • Whatsapp
Angkatan Darat Pakistan Berangkat ke Qatar Untuk Keamanan Piala Dunia 2022 (Sumber : www.dawn.com)

DOHA – Qatar telah merekrut angkatan bersenjata dari negara asing dan kontraktor keamanan untuk menjamin keamanan penyelenggaraan Piala Dunia 2022. Pasukan polisi dan perusahaan keamanan dari 13 negara, termasuk Prancis, Yordania, Turki, Inggris, dan AS akan membantu menjaga keamanan kompetisi, tetapi adalah satu-satunya negara yang mengirim tentara ke Doha, dengan lebih dari 4.500 tentara infanteri tiba pada bulan Oktober kemarin.

Dilansir dari Deutsche Welle, seorang pejabat senior keamanan mengatakan, pengerahan tentara dilakukan atas permintaan khusus dari pemerintah Qatar dan jumlah tentara diminta oleh otoritas Qatar. Setelah Pakistan, Turki mengerahkan jumlah terbesar staf keamanan asing ke Piala Dunia, dengan 3.000 polisi anti huru-hara akan hadir di acara tersebut, demikian keterangan Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu.

Bacaan Lainnya

“Negara-negara memang biasanya merekrut kontraktor keamanan untuk membantu mereka menjalankan misi tertentu,” kata Ali Bakir, asisten profesor di Universitas Qatar dan peneliti keamanan Timur Tengah di Dewan Atlantik, kepada Deutsche Welle. “Fakta bahwa Qatar memiliki populasi kecil membuat proses ini lebih penting dan perlu.”

Seperti kebanyakan negara Arab lainnya di kawasan Teluk, Qatar sangat bergantung pada pekerja asing, bahkan untuk fungsi keamanan vital. Diperkirakan ada 20 hingga 30 juta pekerja asing tinggal di negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, Oman, Qatar, dan Kuwait, yang mencakup hampir sepertiga dari populasi kawasan itu. Situasinya lebih di Qatar, dengan sekitar 2 juta pekerja migran melebihi jumlah 400 ribu warga asli.

Seperti tetangganya, Qatar telah berusaha untuk mengurangi pekerjaan ekspatriat dan membawa lebih banyak warga lokal ke tempat kerja. Meski demikian, mereka tetap bergantung pada orang asing untuk melakukan 95% pekerjaan dan menghadapi kekurangan pekerja yang semakin meningkat. “Menjaga keamanan selama dua minggu pertandingan Piala Dunia jauh di luar kapasitas lokal,” sambung Bakir.

Memenangkan tuan rumah Piala Dunia, Qatar telah bekerja untuk mendapatkan sumber daya logistik yang dibutuhkan untuk menjadi tuan rumah kompetisi selama 12 tahun terakhir. Pada tahun 2014, mereka memperkenalkan wajib militer, memanggil pria berusia antara 18 hingga 35 tahun untuk bertugas di angkatan bersenjata selama empat bulan. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah juga telah memanggil diplomatnya dan ratusan warga sipil untuk dinas militer selama Piala Dunia.

“Tetap saja, tidak realistis untuk mengharapkan bahwa pasukan wajib militer Qatar saja yang dapat memberikan keamanan selama acara tersebut,” ujar Talat Masood, pensiunan jenderal dan komentator tentang masalah keamanan. “Tantangan keamanan jauh lebih besar daripada tentara Qatar untuk mengelolanya seorang diri.”

Menurut komite keamanan turnamen, 32 ribu personel keamanan pemerintah dan 17 ribu dari sektor keamanan swasta bertugas menjaga perdamaian. Dikatakan Bakir, beberapa negara sahabat memang lebih memenuhi syarat untuk mencapai misi ini daripada yang lain, dan selalu membantu negara-negara Teluk dengan persyaratan keamanan mereka serta menyediakan tenaga kerja.

Islamabad memang telah berulang kali mengirim pasukan ke negara-negara Teluk Arab, memainkan peran penting dalam peristiwa dan konflik penting. Selama perang Teluk 1990-1991 misalnya, perwira bertugas dalam peran teknis dan penasihat di Angkatan Darat Kuwait. Pada tahun 1979, pasukan khusus Pakistan membantu pemerintah Arab Saudi untuk memadamkan kerusuhan di Mekah.

Doha dan Islamabad meningkatkan kerja sama mereka pada tahun 2021 setelah negara-negara GCC lainnya mencabut blokade yang mereka terapkan di Qatar pada tahun 2017. Pada bulan Agustus, tentara mengumumkan akan mengirim pasukan untuk membantu Qatar selama turnamen, tak lama setelah Doha menginvestasikan 2 miliar dolar AS.

“Sebagian besar publik mungkin tidak tahu banyak tentang penyebaran (tentara) ini karena ini bukan sesuatu yang telah dibahas di media lokal dalam banyak hal,” tutur Osama Malik, seorang penggemar sepak bola di Islamabad. “Sayangnya, tidak ada kejelasan. tentang apa yang akan Pakistan dapatkan sebagai imbalannya.”

Pos terkait