Mejeng di Farnborough Airshow, Pesawat Siluman TFX Turki Mengudara Tahun Depan

  • Whatsapp
Pesawat Siluman TFX Turki - en.wikipedia.org
Pesawat Siluman TFX Turki - en.wikipedia.org

LONDON – Sebuah model skala penuh pesawat siluman Turki, yang disebut TFX (Turkish Fighter-Experimental), sudah tampak di paviliun Dirgantara Turki di Farnborough International Airshow. Meski baru dipajang, mungkin tidak butuh waktu lama bagi pesawat tersebut untuk lepas landas dan direncanakan dapat mengudara paling tidak pada bulan Maret 2023 mendatang.

Dalam konferensi pers Selasa (19/7) waktu setempat, Presiden dan CEO Turkish Aerospace, Temel Kotil, mengatakan bahwa TFX akan muncul pada 18 Maret 2023 mendatang, tanggal yang telah dirayakan di Turki sejak 1915, ketika Utsmaniyah menggagalkan upaya Sekutu untuk merebut Dardanella dan Istanbul. “Penerbangan pertama akan menyusul tepat dua tahun kemudian, dengan pengiriman menyusul pada tahun 2028,” jelas Kotil, dilansir dari AIN Online.

Bacaan Lainnya

Inggris dan Turki menandatangani perjanjian pada Januari 2017 untuk berkolaborasi dalam fase pembangunan. Desain telah dibantu oleh perangkat lunak CAD/CAM dari Dassault Systemes dan Siemens. Sementara itu, Turkish Aerospace mempekerjakan atau melatih 1.300 insinyur untuk menggarap TFX. Kotil mengatakan, 100 insinyur lain dari BAE Systems bekerja di Turki, membantu program pelatihan serta desain. Perusahaan juga telah menyelesaikan pengujian terowongan angin di Inggris, AS, dan Afrika Selatan.

Dua turbofan GE F110 yang akan menggerakkan prototipe sebenarnya telah dikirim ke Turki. Namun, karena negara tersebut bertekad untuk membuat TFX 100 persen asli, mesin untuk pesawat produksi hampir dipastikan berasal dari Tusas Engine Industries (TEI), perusahaan patungan dengan GE. Insinyur telah menyelesaikan desain awal mesin dorong seberat 29 ribu pon, yang akan mendorong TF-X ke Mach 1,8 pada ketinggian 40 ribu kaki.

Meski menolak untuk mengatakan berapa untuk semua pembangunan pesawat, tetapi Kotil mengatakan bahwa TFX merupakan yang didanai oleh pemerintah. Model ini tidak seperti Hurjet, jet latih canggih dan pesawat serang ringan Turkish Aerospace, yang secara teoretis didanai sepenuhnya oleh perusahaan.

“Desain mesin tunggal, kursi tandem Hurjet, yang ditenagai oleh satu turbofan GE F404, dimulai empat tahun lalu,” sambung Kotil. “Penerbangan pertama direncanakan tahun depan, mungkin pada hari yang sama dengan peluncuran TFX. Angkatan Udara Turki telah memerintahkan 12 unit untuk mengganti T38-nya.”

Sementara Hurjet diwakili di pameran udara dengan mockup skala penuh, Turkish Aerospace juga menampilkan perangkat keras nyata di luar paviliunnya sendiri, yang berada di belakang aula BAE Systems. Pesawat latih turboprop Hurkus dan pesawat serang ringan duduk di sebelah Aksungur, sebuah UAV bermesin ganda, medium-altitude long-endurance (MALE). UAV Anka bermesin tunggal yang lebih kecil juga ada di sana, di samping helikopter multi-peran Gokbey.

“Program pelatihan Turkish Aerospace telah menghasilkan 4 ribu insinyur selama sepuluh tahun saya menjalankan perusahaan ini,” imbuh Kotil. “Kami selalu haus akan kesuksesan, dan saya akan terus berusaha menjadikan Turkish Aerospace sebagai salah satu dari sepuluh pemain top dunia di industri ini.”

Pos terkait