Incar Kawasan Pasifik Barat, China Perluas Pengaruh di Timor Leste

  • Whatsapp
Keindahan Kawasan Timor Leste - (YouTube: Telkomcel Timor-Leste)
Keindahan Kawasan Timor Leste - (YouTube: Telkomcel Timor-Leste)

DILI/BEIJING – Bertujuan untuk memperluas pengaruh di kawasan Pasifik barat, China terus meningkatkan kehadiran mereka di negara-negara daerah tersebut, termasuk Timor Leste. Pengaruh Beijing sekarang tampak semakin besar di Bumi Timor Lorosae dua dekade sejak negara kecil tersebut memproklamirkan kemerdekaannya.

Seperti dilansir dari Nikkei Asia, pengaruh China tampa saat Anda mengunjungi ibu kota Timor Leste, Dili. Mall terbesar di negara itu secara mencolok menampilkan iklan untuk Oppo, merk smartphone asal China yang paling populer di sana. Pusat perbelanjaan ini juga memiliki supermarket milik etnis Tionghoa dengan berbagai makanan yang diimpor dari Negeri Panda.

Bacaan Lainnya

Huruf China pun muncul pada tanda di lokasi konstruksi di distrik administratif Dili, lokasi sebuah perusahaan Negeri Tirai Bambu telah dikontrak untuk membangun gedung pengadilan kota. Beijing sebelumnya membantu pembangunan gedung-gedung utama, termasuk istana kepresidenan dan markas besar kementerian pertahanan dan luar negeri.

Proyek-proyek semacam itu membantu memperkuat hubungan yang mengakar antara Timor Leste dan China. Ketika negara-negara Barat secara diam-diam menerima integrasi paksa Indonesia ke Timor Timur pada tahun 1976, China mendukung kemerdekaannya, dan termasuk di antara yang pertama menjalin hubungan diplomatik formal dengan negara tersebut ketika merdeka pada tahun 2002. Kerja sama lantas meningkat pada tahun 2010-an saat Beijing melakukan inisiatif infrastruktur Belt and Road.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh kabar lokal pada Maret lalu, Duta Besar China, Xiao Jianguo, menyebut Timor Lorosae sebagai ‘negara mitra Belt and Road yang penting’. Dia menggembar-gemborkan dukungan dari perusahaan China untuk infrastruktur inti, termasuk jaringan listrik, jalan bebas hambatan, dan terminal peti kemas. “Hampir 20 perusahaan China terlibat dalam kontrak konstruksi pada akhir 2021,” klaim Xiao.

Timor Lorosae sering dianggap sebagai pasar yang berisiko bagi sebagian besar perusahaan sektor swasta karena konektivitasnya yang buruk dan kerangka keuangan dan peraturan yang lemah. Namun, integrasi yang ketat dari sektor publik dan swasta China di bawah pemerintahan satu partai telah memungkinkan Beijing untuk mengambil keuntungan dari pembukaan ini.

Jalan raya antara Dili dan Baucau, kota terbesar kedua di Timor Lorosae, adalah contoh utama. Sepuluh tahun lalu, Jepang menyediakan pinjaman 5,3 miliar yen untuk peningkatan jalan, tetapi tidak ada perusahaan Negeri Sakura yang menawar proyek tersebut, dan akhirnya diberikan kepada perusahaan milik negara China. Rambu pinggir jalan yang menguraikan proyek ini terpampang dengan nama Sinohydro di samping nama Badan Kerjasama Internasional Jepang.

Bagian selatan negara itu, yang kurang berkembang dibandingkan bagian utara, juga menggambarkan tujuan China. Daerah ini termasuk jalan raya pertama Timor Lorosae, yang menghubungkan Suai dan Beaco. Tahap pertama dari proyek yang dibangun China selesai pada tahun 2018. Timor Leste membangun daerah itu dengan tujuan menarik jalur pipa dari ladang lepas pantai Greater Sunrise yang sedang dikembangkan bersama dengan Australia. Namun, Dili dan Canberra belum menyepakati negara mana yang akan menerima minyak pipa tersebut.

Kehadiran Beijing di negara itu sesuai dengan kampanye Presiden China, Xi Jinping, untuk memperluas pengaruh mereka di Pasifik barat. Timor Leste terletak lebih dari 600 km dari Darwin di Australia, yang menampung pangkalan militer Australia dan angkatan rotasi Marinir AS. “Sebuah pelabuhan di pantai selatan Timor Leste dengan keterlibatan China akan menjadi masalah keamanan utama,” kata orang dalam Jepang.

Kepulauan Solomon, yang terletak di sisi utara dari Timor Leste, menawarkan Beijing titik pandang potensial lain untuk memantau pasukan AS dan Australia bergerak ke Pasifik barat. Beijing dan Kepulauan Solomon sudah menandatangani perjanjian keamanan pada bulan April yang dikabarkan memungkinkan pengerahan personel militer China dan persinggahan oleh kapal angkatan laut.

Pos terkait