Pejabat The Fed Kembali Komentari Suku Bunga, Rupiah Berakhir Melemah

Rupiah melemah (Sumber : www.liputan6.com)

JAKARTA – Setelah bergerak dalam kisaran yang relatif sempit, rupiah harus menutup perdagangan Selasa (29/11) di area merah menyusul komentar pejabat mengenai suku bunga acuan. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 14.58 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah 20,5 poin atau 0,13% ke level Rp15.742,5 per dolar AS.

Sementara itu, mayoritas mata uang di kawasan Benua Asia terpantau mampu mengungguli greenback. Won Korea Selatan menjadi yang paling perkasa setelah melonjak 0,71%, diikuti dolar dan yuan China yang sama-sama menguat 0,15%, yen Jepang dan baht Thailand yang kompak bertambah 0,09%, serta peso Filipina yang naik tipis 0,02%.

Bacaan Lainnya

“Rupiah diperkirakan akan melemah, tertekan pernyataan hawkish dua pejabat Federal Reserve, James Bullard dan John Williams, mengenai angka inflasi di AS dan suku bunga acuan,” tutur analis DCFX Futures, Lukman Leong, pagi tadi seperti dikutip dari CNN Indonesia. “Rupiah bakal bergerak di kisaran Rp15.700 sampai Rp15.800 per dolar AS.”

Presiden The Fed St. Louis, James Bullard, mengatakan bahwa pasar keuangan meremehkan kemungkinan bahwa pembuat kebijakan perlu lebih agresif pada tahun depan dalam menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi. Terpisah, John Williams yang menjabat sebagai Presiden The Fed New York, menyampaikan bahwa bank sentral kemungkinan baru akan mulai memangkas suku bunga pada tahun 2024 saat tekanan inflasi diperkirakan mereda.

Komentar dari Ketua Fed, Jerome Powell, pada hari Rabu (30/11) akan diawasi untuk setiap sinyal baru tentang pengetatan lebih lanjut, dengan data utama AS untuk bulan November akan dirilis pada hari Jumat (2/12). Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga dengan tambahan 50 basis poin ketika bertemu pada 13-14 Desember mendatang.

Dari pasar global, dolar AS gagal mempertahankan kenaikannya pada hari Selasa setelah sebelumnya sempat mendapatkan dukungan dari komentar pejabat The Fed dan kondisi terkini mengenai kerusuhan di China terkait pembatasan Covid-19 yang akhirnya mengurangi sentimen pasar. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,395 poin atau 0,37% ke level 106,286 pada pukul 11.03 WIB.

Seperti diwartakan Reuters, pada hari Senin (28/11) kemarin, pihak kepolisian China menghentikan dan menggeledah orang-orang di lokasi protes akhir pekan di Shanghai dan Beijing, setelah massa di sana dan di kota-kota China lainnya berdemonstrasi menentang kebijakan nol-Covid yang ketat di negara itu. Protes telah menyebar ke setidaknya selusin kota di seluruh untuk menunjukkan solidaritas.

Pos terkait