Peduli Lindungi Telah Diakui Uni Eropa, Wisatawan Bebas Plesir

  • Whatsapp
Sertifikat Vaksin Peduli Lindungi - ceklissatu.com
Sertifikat Vaksin Peduli Lindungi - ceklissatu.com

Jakarta – Kabar baik bagi wisatawan Indonesia dan Eropa, karena sertifikat vaksin COVID-19 Indonesia, yakni Peduli Lindungi sudah diakui Uni Eropa. Para turis Indonesia yang plesir ke 27 negara di Eropa, hanya perlu menunjukkan sertifikat vaksin PeduliLindungi tanpa terbebani surat keterangan khusus seperti sebelumnya.

Warga negara Indonesia yang sudah vaksin COVID-19 dapat melakukan perjalanan ke negara Uni Eropa tanpa batasan masuk tambahan, karena UE sekarang mengakui sertifikat vaksinasi yang dikeluarkan oleh otoritas Indonesia setara dengan yang dikeluarkan oleh negara anggota UE. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada 20 Mei 2022, delegasi UE untuk Indonesia dan Brunei Darussalam menyebut langkah itu sebagai kabar baik bagi pelancong Indonesia dan Eropa.

Bacaan Lainnya

“Uni Eropa dan Indonesia telah sepakat untuk saling mengakui sertifikat vaksin COVID mereka,” jelas pernyataan yang dilaporkan dalam schengenvisainfo news. “Artinya, ketika memasuki UE atau bepergian antar negara UE, pemegang sertifikat vaksin Indonesia dapat menggunakannya dengan ketentuan yang sama dengan orang yang memegang Sertifikat Digital COVID UE (EUDCC).”

Pernyataan itu juga menjelaskan bahwa orang yang memegang Sertifikat COVID Digital Uni Eropa juga dapat masuk ke Indonesia tanpa batasan. Menurut delegasi ini, langkah tersebut merupakan langkah penting dalam bersama untuk memfasilitasi perjalanan yang aman dan mobilitas orang di UE dan Indonesia.

“Namun, wisatawan Indonesia yang belum divaksin dengan vaksin yang disahkan di UE masih perlu memeriksa vaksin mana yang diterima oleh masing-masing negara UE sebelum melakukan perjalanan,” pernyataan tersebut menyoroti. “Selain itu, Komisi Eropa telah memutuskan untuk mengakui sertifikat COVID-19 digital Indonesia, Seychelles, dan Vietnam sebagai setara dengan Sertifikat COVID UE yang dikeluarkan oleh otoritas di negara-negara UE pada 10 Mei 2022.”

Dengan penambahan negara-negara ini ke dalam skema, jumlah negara dan wilayah yang menjadi bagian dari sistem Digital Covid Certificate (DCC) UE telah menjadi 67. Sementara itu, hingga saat ini, lebih dari 1,7 juta sertifikat COVID UE telah diberikan.

Negara-negara yang terhubung ke sistem DCC UE adalah Albania, Andorra, Armenia, Benin, Cabo Verde, Kolombia, El Salvador, Kepulauan Faroe, Georgia, Israel, Islandia, Indonesia, Yordania, Lebanon, Liechtenstein, dan Malaysia. Selain itu, masih ada Moldova, Monaco, Montenegro, Maroko, Selandia Baru, Makedonia Utara, Norwegia, Panama, San Marino, Serbia, Seychelles, Singapura, Swiss, Taiwan, Thailand, Tunisia, Togo, Turki, Ukraina, Uni Emirat Arab, bekas negara Uni Eropa dan Raya, Uruguay, Vietnam, dan Vatikan.

Meskipun dijadwalkan akan berakhir pada akhir Juni 2022, namun, UE telah memutuskan untuk memperpanjang DCC UE untuk satu tahun lagi hingga 30 Juni 2023. Mendukung langkah tersebut, Parlemen UE telah meminta Komisi UE untuk menilai situasi terkait COVID-19 enam bulan kemudian, yakni hingga akhir Desember 2022. 

Selain itu, Komisi UE akan menyajikan laporan apakah skema DCC UE masih diperlukan untuk beroperasi atau tidak. DPR juga telah mendesak KPU untuk mengakhiri skema tersebut pada awal tahun depan jika dirasa tidak perlu dan efektif untuk menghentikan penyebaran COVID-19.

Pos terkait