Kondisi Pasar Relatif Tenang, Rupiah Lanjut Menguat

  • Whatsapp
Rupiah - www.jawapos.com
Rupiah - www.jawapos.com

JAKARTA – Rupiah masih mampu melanjutkan tren positif pada perdagangan Selasa (30/11) pagi ketika kondisi pasar sedikit lebih tenang di tengah kemunculan virus Covid-19 varian Omicron. Menurut data Bloomberg Index pukul 09.07 WIB, mata uang Garuda naik 9 poin atau 0,06% ke level Rp14.310 per dolar AS. Sebelumnya, spot ditutup menguat 38,5 poin atau 0,27% di posisi Rp14.319 per dolar pada transaksi Senin (29/11) kemarin.

“Saya lihat penguatan rupiah memang luar biasa di tengah ketidakpastian global oleh varian baru Omicron. Pasar sementara ini masih spekulatif dengan informasi yang minimal akan varian itu,” papar analis DC Futures, Lukman Leong, dilansir dari Antara. “Meski memang secara umum ada penguatan, baik bursa maupun mata uang dari kejatuhan pada akhir pekan lalu, tetapi pelaku pasar melihat positif fundamental perekonomian dalam negeri.”

Bacaan Lainnya

Virus Covid-19 varian Omicron yang pertama kali terdeteksi di Selatan, seperti dikutip dari Bisnis, sempat mendorong aksi jual di pasar keuangan pada akhir pekan (26/11) kemarin, karena khawatir virus tersebut akan semakin mengganggu pemulihan ekonomi yang tengah berkembang. Kesehatan Dunia alias WHO bahkan mengatakan bahwa varian tersebut membawa risiko lonjakan infeksi yang sangat tinggi.

Namun, pasar menjadi lebih tenang pada awal pekan kemarin, dengan pasar saham dan harga minyak mengalami karena mengambil yang lebih seimbang, menantikan sampai dampak varian baru menjadi lebih jelas. “Varian ini baru dan tampaknya komunitas medis ingin meminimalkan dampak negatif ekonomi apa pun dari berita itu,” ujar pedagang valas di Tempus Inc., Juan Perez.

Sentimen pasar semakin baik setelah Presiden AS, Joe Biden, menegaskan bahwa tidak perlu melakukan lockdown akibat Omicron. Dalam konferensi pers hari Senin, dilansir dari CNBC International, jika sudah mendapatkan dan mengenakan masker, tidak perlu lagi dilakukan lockdown. Selain itu, ia memastikan bahwa tidak akan pembatasan perjalanan.

Walau demikian, Federal Reserve tampaknya berpandangan terbalik, mengatakan bahwa Omicron berisiko melambatkan pertumbuhan ekonomi dan membuat outlook inflasi semakin rumit. Dalam pidatonya di hadapan Senat AS, Gubernur The Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa kenaikan kasus Covid-19 belakangan ini dan munculnya varian Omicron, dapat menurunkan pasar tenaga kerja serta aktivitas ekonomi.

Pos terkait