Neraca Pembayaran Indonesia Surplus, Rupiah Tetap Berakhir Melemah

  • Whatsapp
Rupiah - www.kaskus.co.id
Rupiah - www.kaskus.co.id

JAKARTA – Rupiah harus puas terbenam di zona merah pada perdagangan Jumat (19/11) sore meskipun neraca pembayaran Indonesia pada kuartal III 2021 dilaporkan mengalami surplus setelah sebelumnya defisit. Menurut data Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda berakhir 12 poin atau 0,08% ke level Rp14.232 per dolar AS.

Sementara itu, mayoritas mata uang di kawasan Benua Asia tidak berdaya menghadapi greenback. Won Korea Selatan menjadi yang paling terpuruk setelah terdepresiasi 0,27%, diikuti dolar Singapura yang 0,1%, peso Filipina yang turun 0,08%, dan yen Jepang yang terkoreksi 0,03%. Sebaliknya, baht Thailand mampu menguat 0,1%, sedangkan yuan China naik tipis 0,05%.

Bacaan Lainnya

Siang tadi, mengumumkan bahwa transaksi berjalan pada kuartal III 2021 mengalami surplus sebesar 4,5 miliar dolar AS atau mencapai 1,5% dari PDB (produk domestik bruto), setelah pada triwulan sebelumnya mengalami defisit 2 miliar dolar AS atau 0,7% dari PDB. Surplus transaksi berjalan terutama ditopang surplus neraca perdagangan barang yang naik signifikan.

“Kinerja positif tersebut terutama dikontribusikan oleh surplus neraca barang yang semakin meningkat, didukung kenaikan ekspor nonmigas sejalan dengan masih kuatnya permintaan dari negara mitra dagang,” papar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono. “Selain itu, defisit neraca jasa tercatat lebih rendah, disebabkan perbaikan kinerja jasa transportasi yang didukung meningkatnya penerimaan jasa freight sejalan dengan peningkatan aktivitas ekspor.”

Tidak hanya transaksi berjalan yang mencatatkan surplus, demikian juga dengan neraca pembayaran Indonesia kuartal III 2021 yang surplus sebesar 10,7 miliar dolar AS, setelah sebelumnya sempat mengalami defisit 0,4 miliar dolar AS pada triwulan sebelumnya. Selain transaksi berjalan, surplus neraca pembayaran juga didukung surplus transaksi modal dan finansial yang semakin meningkat.

Sayangnya, data tersebut belum cukup untuk menopang kinerja rupiah karena dolar AS bersiap untuk membukukan kenaikan besar, terutama terhadap euro, pada hari Jumat ketika investor bertaruh bahwa suku The Fed akan naik lebih cepat dari yang diperkirakan. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,103 poin atau 0,11% ke level 95,647 pada pukul 11.04 WIB.

Pos terkait