Marcos Jr. Menang Pilpres, Indeks Saham Filipina Merosot

  • Whatsapp
Presiden Filipina terpilih Ferdinand Marcos Jr.
Presiden Filipina terpilih Ferdinand Marcos Jr. - kompas.com

Manila – Ferdinand Marcos Jr. menjadi kandidat pertama dalam sejarah yang menang telak dan mendapatkan suara mayoritas dalam pemilihan Presiden 2022. Kendati demikian, itu justru membuat indeks saham Filipina merosot.

Dalam pemilihan Presiden 2022, Marcos Jr. berhasil mengumpulkan 31 juta suara yang lebih unggul dua kali lipat dari lawannya. Sementara, wakil presidennya, Sara Duterte mampu mengumpulkan suara lebih banyak dari Marcos Jr. Kemenangan ini juga berimbas pada pengembalian kekayaan keluarganya setelah dipaksa mangkir dari kekuasaannya di Istana Malacana lebih dari 36 tahun lalu.

Bacaan Lainnya

 “Secara umum, Pilpres berjalan damai,” kata Komisi Pemilihan Presiden Filipina. “Meskipun ada laporan tentang penembakan di pulau selatan Mindanao, yang memaksa setidaknya selusin desa untuk menangguhkan pemungutan suara.”

Contoh pembelian suara di pulau selatan Mindanao juga dilaporkan, dengan setidaknya 10 orang memberi tahu TRT World bahwa mereka menerima contoh surat suara dengan uang tunai yang setara dengan USD100. Namun, hal ini sangat sulit dibuktikan kebenarannya.

Segera setelah kemenangan Marcos Jr., ratusan orang berkumpul di luar markas kampanye Marcos untuk merayakannya. Tampak warga yang mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu propaganda lama yang pernah dipopulerkan selama darurat militer, sementara pengendara yang lewat membunyikan klakson mobil mereka.

“Orang masih terpesona dengan popularitas pemerintahan orang kuat yang dibawa oleh efek nostalgia Marcos Jr. dan Duterte sendiri,” kata Chester Cabalza, founder Manila-based think tank International Development and Security Cooperation. “Marcos dan sekutunya telah berhasil menang telak dengan sistem patronase, dan jaringan keluarga.”

Di sisi lain, Australia adalah salah satu negara pertama yang memuji pelaksanaan pemungutan suara Pilpres 2022. Dalam akun media sosialnya, diplomat top Australia untuk Manila, Steven J. Robinson mengucapkan selamat kepada Marcos Jr. dan Duterte.

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan Presiden, Wakil Presiden berikutnya, dan semua pejabat yang dipilih secara demokratis oleh rakyat Filipina,” kata Robinson.

Namun pasar ekonomi dunia bereaksi negatif, dengan indeks saham merosot ke level terendah selama sembilan bulan. Hingga saat ini, indeks saham Filipina sudah berkurang sebanyak USD3,21 miliar dari nilai dalam satu hari. Jika ini terus dibiarkan, itu akan menjadi cermin kecemasan mengenai kebijakan ekonomi yang tidak jelas di masa mendatang, terkait kemenangan presiden dan wakil presiden Filipina saat ini.

Raksasa keuangan AS J.P. Morgan juga menempatkan di bagian bawah daftar investasi di Asia Tenggara setelah berita kemenangan Marcos Jr., menunjuk pada meningkatnya publik dan lonjakan inflasi. Tentunya, ini akan berimbas pada perekonomian dan politik negara tetangga, seperti Indonesia. Dikutip dari Kompas, kemenangan Presiden Filipina yang baru tersebut bisa menjadi alarm demokrasi Indonesia.

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo, berpendapat bahwa kemenangan Marcos Jr. dan Sara di Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Filipina merupakan alarm pengingat bagi demokrasi di Indonesia. Ini terutama bila tak ada upaya kolektif mengantisipasi hal serupa terjadi di sini. 

“Ini alarm bagi sistem demokrasi. Jika sebuah negara terlalu mengandalkan kultus dan ketokohan individu daripada pembangunan demokrasinya, kasus-kasus seperti Filipina akan muncul juga di Indonesia,” kata Adnan.

Pos terkait