AS Lagi Libur Thanksgiving, Rupiah Terkoreksi di Level Rp14.305/USD

  • Whatsapp
Rupiah mengawali transaksi dengan menguat tipis5 poin atau 0,03% ke level Rp14.898 per dolar AS - radarcirebon.com

Jakarta melemah sebesar 17,5 poin atau 0,12 persen ke angka Rp14.305 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pagi hari ini, Jumat (26/11). Tak lama kemudian, rupiah lanjut melemah 10 poin atau 0,07 persen ke Rp14.297,5/USD. Kemarin, Kamis (25/11), mata uang Garuda terpantau terdepresiasi sebesar 22,5 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp14.287,5 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,09 persen menjadi 96,7743 lantaran perdagangan pasar jauh lebih singkat saat libur Thanksgiving. Tetapi, saat ini investor masih terus mencerna rilis data ekonomi Amerika Serikat.

Bacaan Lainnya

Menurut Tim Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange, dolar AS melemah tipis karena pasar Amerika Serikat yang sedang libur dan imbal hasil yang terkoreksi. Berdasarkan rilis data ekonomi AS terbaru pada Rabu (24/11) waktu setempat, data GDP AS rupanya sedikit di bawah prediksi pasar, tetapi berada pada tingkat yang lebih baik dibanding periode sebelumnya. Sedangkan inflasi lewat data PCE dilaporkan sesuai dengan perkiraan.

“Di sisi lain, data klaim pengangguran AS menunjukkan penurunan permintaan klaim pengangguran. Dengan posisi ketiga data tersebut, masih membuat nilai dolar AS naik,” katanya, seperti dikutip dari Bisnis.

Dolar AS dan imbal hasil AS dilaporkan menguat dalam perdagangan sebelumnya di tengah ekspektasi berakhirnya kebijakan moneter yang sangat longgar dari Federal Reserve (The Fed) yang lebih cepat dari perkirakan sebelumnya. Akan tetapi, kekhawatiran mulai meningkatnya jumlah infeksi virus corona dan perlambatan pertumbuhan di China telah menghambat lebih lanjut. “Pasar obligasi tentu menilai bahwa Fed harus jauh lebih agresif ke depan dan itu mungkin akan mengorbankan aktivitas ekonomi di masa depan,” ungkap analis IG Markets Ltd Kyle Rodda.

Sedangkan pergerakan mata uang di Asia cenderung variatif. Mata uang yuan China terpantau naik 0,01 persen, sedangkan yen Jepang menguat 0,36 persen. Selanjutnya, won Korea Selatan turun 0,17 persen, peso terdepresiasi 0,15 persen, dan baht Thailand melemah 0,33 persen.

Pos terkait