Investor Memburu Mata Uang Berisiko, Rupiah Naik Tipis pada Rabu Pagi

  • Whatsapp
Rupiah - www.antaranews.com
Rupiah - www.antaranews.com

Jakarta – Kurs rupiah mengawali perdagangan pagi hari ini, Rabu (23/11), dengan penguatan tipis sebesar 3,5 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp15.693 per dolar AS. Sebelumnya, Selasa (22/11), nilai tukar mata uang Garuda berakhir 16 poin atau 0,10 persen ke level Rp15.696,5 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS turun lantaran mengabaikan kekhawatiran mengenai gejolak Covid-19 di China, sehingga meningkatkan permintaan untuk mata uang berisiko.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, ekuitas, komoditas, dan mata uang berisiko sebagian besar menguat pada perdagangan Selasa (22/11), sehari usai pembatasan baru Covid-19 di China yang memicu kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global.

“Pemulihan tentatif dalam selera risiko sudah cukup untuk menghentikan rebound dolar beberapa hari. Risalah Fed akan segera hadir besok, tetapi sebagian besar perdagangan akan berada di kisaran sempit menjelang liburan (Thanksgiving) AS,” ujar Joe Manimbo, analis pasar senior di Convera di Washington, seperti dilansir dari Antara.

Dolar AS sudah menguat terhadap setiap mata uang utama tahun 2022 ini. Hal itu didorong oleh kenaikan besar- oleh Federal Reserve (The Fed) untuk menekan inflasi. Namun, data harga konsumen Amerika Serikat yang lebih dingin dari perkiraan belum lama ini telah mendorong ekspektasi bahwa The Fed mungkin sedang dalam posisi untuk memoderasi laju kenaikannya.

Sementara itu, rupiah kemarin mampu berbalik arah usai di awal sesi bergerak cenderung melemah. “Rupiah mampu menguat setelah pernyataan dari salah satu pejabat Fed, Loretta Mester, mendorong kembali ekspektasi Fed terhadap perlambatan laju kenaikan Fed,” kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede pada Kontan.

Lebih lanjut Josua menuturkan, Mester sepertinya optimis bahwa The Fed kemungkinan bakal menaikkan acuannya hanya sebesar 50 basis poin (bps) pada pertemuan yang akan datang. Isu kenaikan suku bunga The Fed ini masih akan berlanjut sampai pertengahan tahun 2023 mendatang.

Pos terkait