Rupiah Dibuka Rebound, Manfaatkan Momen Pelemahan Dolar AS

  • Whatsapp
Rupiah - metrotvnews.com
Rupiah - metrotvnews.com

Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka rebound alias menguat sebesar 25 poin atau 0,17 persen ke angka Rp14.837,5 per dolar AS di awal perdagangan pagi hari ini, Kamis (23/6). Kemarin, Rabu (22/6), kurs mata uang Garuda berakhir terdepresiasi 50 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp14.862,5 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur gerak the Greenback terhadap enam mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan turun 0,31 persen lantaran imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat turun di tengah kekhawatiran ekonomi AS yang bisa meluncur ke jurang resesi. Terlebih usai Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bahwa suku bunga lebih tinggi mungkin menyakitkan, namun itu adalah caranya untuk menekan inflasi.

Bacaan Lainnya

sendiri tak mencoba merekayasa resesi untuk menekan inflasi, namun berkomitmen penuh untuk mengendalikan harga-harga meskipun hal itu berisiko terhadap penurunan ekonomi, ujar Powell dalam sidang Komite Perbankan Senat AS. “Suku bunga yang lebih tinggi memang menyakitkan, tetapi itu adalah alat yang kita miliki untuk menurunkan inflasi,” tutur Powell, seperti dilansir dari Antara.

“Keputusan Federal Reserve menyiapkan panggung untuk langkah yang lebih besar oleh bank sentral lain dan itu memimpin euro lebih tinggi, misalnya, dan dolar Kanada lebih tinggi,” ungkap Kathy Lien, direktur pelaksana di BK Asset Management di New York.

“Penjualan obligasi pemerintah AS memberi tahu kita bahwa pasar tidak terkejut dengan apapun yang dikatakan Powell. Saya akan mengaitkan pelemahan dolar lebih banyak dengan pergerakan greenback sejalan dengan imbal hasil obligasi pemerintah,” imbuhnya.

Rupiah sendiri diprediksi akan kembali melemah pada perdagangan hari ini. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah keputusan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) mengenai suku bunga acuan. Presiden Komisaris HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo menambahkan, rupiah juga melemah karena penguatan dolar AS, usai memperoleh tenaga dari yield US Treasury tenor acuan 10 tahun yang makin tinggi.

“Selain itu, rupiah juga mendapat dari komentar BI yang mengatakan bahwa BI tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuannya karena belum ada indikasi peningkatan secara fundamental,” kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede pada Kontan.

Pos terkait