Neraca Dagang Surplus, Rupiah Dibuka Rebound pada Kamis Pagi

Rupiah - www.validnews.id
Rupiah - www.validnews.id

Jakarta – Kurs rupiah mengawali perdagangan pagi hari ini, Kamis (21/4), dengan sebesar 16 poin atau 0,11 persen ke angka Rp14.341 per dolar AS. Sebelumnya, Rabu (20/4) sore, nilai tukar mata uang Garuda terpantau terdepresiasi 17 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp14.357 per USD.

Bacaan Lainnya

Indeks dolar AS sebelumnya sempat ke puncak baru dua dekade terhadap seluruh mata uang pada Rabu. Kenaikan dolar AS dipicu oleh lebih banyaknya pejabat Reserve (The Fed) yang mendorong kenaikan suku bunga Amerika Serikat.

Menurut Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari, di antara anggota Komite Pasar Terbuka Federal yang berpandangan dovish, apabila gangguan rantai pasokan global terus berlanjut, maka pihak pembuat kebijakan perlu mengambil tindakan yang lebih agresif untuk menurunkan inflasi. Sebelumnya, Presiden Fed Chicago Charles Evans juga mengaku “nyaman” dengan putaran kenaikan suku bunga tahun ini yang mencakup dua kenaikan 50 basis poin, hal itu menandai peningkatan dari sebulan lalu.

Kemudian, imbal hasil obligasi pemerintah AS juga terus naik menuju level tertinggi selama beberapa tahun, dengan investor yang bersiap untuk menyongsong kenaikan suku bunga The Fed secara agresif dalam kurun waktu beberapa bulan yang akan datang.

Dari dalam negeri, Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Maret 2022 kembali mencatatkan sebesar 4,53 miliar dolar AS. Surplus itu lebih tinggi dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya yang mencapai 3,83 miliar dolar AS.

Surplus neraca perdagangan sudah berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) juga terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas kebijakan terkait guna meningkatkan ketahanan eksternal serta mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Walaupun data internal begitu bagus, namun goncangan sentimen eksternal sangat kuat bahkan indeks dolar sudah di atas 100 sehingga mata uang rupiah kembali terdepresiasi, walaupun tidak terlalu dalam pelemahannya,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, seperti dilansir dari Bisnis. Oleh sebab itu, ia memprediksi rupiah hari ini akan bergerak fluktuatif.

Pos terkait