KTT G-20 Menunjukkan Stabilitas yang Dibangun Jokowi di Indonesia

  • Whatsapp
Presiden Indonesia Joko Widodo secara resmi membuka puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Bali (Sumber : setkab.go.id)

Denpasar – Joko Widodo (Jokowi) memasuki masa jabatan kedua dan terakhirnya sebagai presiden dengan serangkaian sorotan, dimulai dengan menjamu para pemimpin KTT G-20 di Bali. Dalam hal ini, KTT G-20 menunjukkan yang dibangun Jokowi di Indonesia. 

Presiden Joko Widodo secara resmi membuka puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Hotel Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Selasa, 15 2022. Dalam pidato pembukanya, Presiden Jokowi menekankan bahwa KTT G-20 harus menghasilkan sesuatu yang konkret bagi dunia.

Bacaan Lainnya

“Hari ini mata dunia tertuju pada pertemuan kita,” kata Jokowi. “Apakah kita akan mencetak keberhasilan? Atau akan menambah satu lagi angka kegagalan? Buat saya, G-20 harus berhasil dan tidak boleh gagal.”

Dalam sesi yang membahas tentang kondisi ekonomi global, ketahanan pangan, dan energi di KTT G-20, Jokowi juga meminta semua negara untuk tidak menyepelekan masalah pupuk. Menurutnya, jika para pemimpin tidak segera mengambil langkah agar ketersediaan pupuk mencukupi dengan harga terjangkau, maka 2023 akan menjadi tahun yang lebih suram.

“Tingginya harga pangan saat ini dapat makin buruk menjadi krisis tidak adanya pasokan pangan. Kelangkaan pupuk dapat mengakibatkan gagal panen di berbagai belahan dunia,” jelas Jokowi. “48 negara berkembang dengan tingkat kerawanan pangan tertinggi akan hadapi kondisi yang sangat serius. Selain itu, kita juga melihat tatanan dunia dan hukum internasional juga sedang diuji.”

Di sisi lain, rencananya, Jokowi akan menjadi ketua ASEAN (Association of Southeast Asian Nations). Jika semua berjalan sesuai rencana, dia akan meresmikan ibu kota negara baru Indonesia, yakni Nusantara di Pulau Kalimantan pada tahun 2024.

Sementara peristiwa ini akan memoles reputasi Jokowi, warisan kepresidenannya yang sebenarnya terletak pada penguatan norma politik secara diam-diam selama satu dekade kekuasaannya. Sejarah mungkin menganggap Jokowi sebagai tokoh persatuan sejati pertama dalam politik Indonesia sejak Sukarno, yang memimpin gerakan kemerdekaan melawan Belanda dan menjadi presiden pertama Tanah Air pada tahun 1945.

Dikutip dari Nikkei Asia, suasana persatuan yang Jokowi ciptakan telah menghasilkan periode politik dalam negeri yang tak tertandingi. Hal ini menyebabkan pengesahan undang-undang penting, seperti Undang-Undang Cipta Kerja 2020, yang menghapus banyak peraturan usang dan meliberalisasi ekonomi Indonesia.

Dengan stabilitas, dapat fokus pada penguatan ekonominya dengan mengembangkan sumber alamnya yang luas secara bertanggung jawab. Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara yang dibuat Jokowi juga telah memperluas industri nikel negara, memposisikannya untuk memenuhi global sekarang, karena sanksi telah membatasi cadangan besar ke banyak negara.

Indonesia adalah negara yang masih sangat fluktuatif. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh penerus Jokowi nantinya. Namun, baik dari segi politik maupun kebijakan, orang tersebut akan mampu membangun platform yang kokoh yang telah dibangun oleh Jokowi.

Pos terkait