Krisis Susu Formula di AS Bertambah Buruk Seiring Banyaknya Wanita Tidak Menyusui

  • Whatsapp
Krisis Susu Formula di AS Bertambah Buruk - www.bbc.com

Washington – Banyak ibu di AS (Amerika Serikat) lebih memilih memberikan formula daripada menyusui. Sementara itu, saat ini AS sedang mengalami krisis susu formula dan ini yang membuat para wanita semakin resah mencari cara untuk memenuhi nutrisi bayinya.

Menurut WHO (World Health Organization) sebagian besar wanita di mulai menyusui setelah melahirkan, tetapi hanya 44% yang menyusui secara eksklusif. Bayi tidak bisa makan makanan padat di setengah tahun pertama kehidupan mereka dan ini yang membuatnya bergantung pada ASI atau susu formula. Fakta ini membuat krisis susu formula di AS menjadi sangat meresahkan.

Bacaan Lainnya

Kekurangan susu formula bayi di AS disebabkan masalah produksi dan rantai pasokan serta penyelidikan FDA (Food and Drug Administration) AS di yang dijalankan utama susu formula bayi, Abbott Nutrition. Perusahaan ini adalah salah satu produsen susu formula terbesar yang menjual sekitar 90% formula di pasar AS. Meskipun produksi telah kembali berlanjut, Abbott Nutrition harus menghentikan produksinya lagi di Michigan pada 13 Juni 2022 akibat badai.

Untuk mengatasinya, Presiden AS Joe Biden telah bertemu dengan para eksekutif dari dan pengecer susu formula bayi termasuk Target, Walmart, Nestle, dan Gerber. Biden mendesak mereka untuk menambah persediaan yang terbatas dan melakukan segala upaya, supaya semua anak di AS mendapatkan susu formula dengan cukup.

Sementara itu, dilansir dari TRT World, FDA akan mengumumkan langkah-langkah baru dalam beberapa hari mendatang mengenai impor susu formula bayi tertentu dari luar negeri. Biden juga telah meminta Federal Trade Commission (FTC) untuk menyelidiki laporan perilaku penimbun susu formula bayi.

“Masalah yang paling berat untuk diatasi saat krisis seperti ini, yakni penimbun,” kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki. “Itu juga yang sedang menjadi utama saat ini.”

Sementara AS mengalami krisis susu formula akibat penarikan terkait kontaminasi bakteri salmonella, menurut Ketua Gabungan Koperasi Produksi Susu Indonesia Dedi Setadi, pencemaran kasus serupa tidak akan terjadi di Indonesia selama SOP Produksi dijalankan dengan baik.

“Selama pemilihan bahan baku tepat, pengolahannya higienis dan SOP diperketat, susu formula Indonesia aman dan bebas penyakit,” kata Dedi kepada jurnalis detikcom. “Di AS bakteri salmonella bisa mengontaminasi produk, mungkin dari cemarannya bukan produk susunya, sehingga SOP sangatlah penting.”

Selain itu, krisis susu formula bisa diatasi dengan ASI eksklusif. Apalagi, rata-rata ibu di Air lebih memilih menyusui daripada memberikan susu formula untuk anaknya. Selain karena mahal, menyusui juga dipercaya baik untuk kesehatan. Perilaku wanita menyusui di Indonesia jelas berbeda dengan di AS yang rata-rata ibu lebih memilih untuk memberikan susu formula.

Ada berbagai alasan mengapa wanita memilih untuk tidak menyusui. Tetapi banyak ahli mengatakan bahwa pengalaman wanita di rumah sakit setelah melahirkan memainkan peran yang menentukan.

“Sebagian besar rumah sakit di AS dan Eropa memiliki konsep ramah bayi,” kata Antonina Mutoro, peneliti kesejahteraan ibu dan anak di Kenya. “Saking ramahnya, tak jarang para perawat yang menawarkan diri untuk membantu merawat bayi yang baru lahir dengan memberikan susu formula. Ini membuat ibu baru menjadi lebih memprioritaskan susu formula daripada ASI.”

Pos terkait