Apakah Bobroknya Mantan Presiden George W. Bush Tanda Kemunafikan Pandangan Moral Amerika?

  • Whatsapp
George W. Bush
Presiden ke-43 Amerika Serikat George W. Bush - quora.com

Washington – Wacana politik Amerika seolah tidak dapat lebih rendah lagi dalam keburukan George W. Bush. Mantan presiden Amerika itu kembali unjuk gigi dengan mengkritik Presiden Vladimir Putin. Apakah sikap Bush yang dinilai kurang tepat ini bisa menjadi tanda bahwa Amerika sedang mengalami krisis moral?

Dikutip dari TRT World, Bush dinilai dalam posisi yang tak layak sebagai politisi ketika mencela Putin atas keputusannya menyerang Ukraina bulan 2022. Namun, alih-alih hanya berkomentar tentang Putin, Bush sepertinya telah melakukan kesalahan besar yang dikenal dengan istilah freudian slip. Secara psikologis, freudian slip atau disebut parapraxis adalah kesalahan dalam berbicara, ingatan, atau tindakan fisik akibat pengaruh bawah sadar atau rentetan pikiran internal.

Bacaan Lainnya

“Keputusan satu orang untuk meluncurkan ke Irak tidak dapat sepenuhnya dibenarkan,” ucap Bush, bermaksud menyindir Putin. Ucapan itu tampaknya bukan kesalahan yang tak disengaja belaka, melainkan gangguan tentang wawasan, pikiran, dan jiwa yang bermasalah.

Banyak yang mengutuk serangan Putin di Ukraina sebagai tindakan agresi. Itu sama seperti Bush yang telah memutuskan untuk berperang melawan aspirasi publik Suriah yang menginginkan kebebasan dari kekuasaan teror selama puluhan tahun.

Di sisi lain, mantan Perdana Inggris Tony Blair juga ikut andil dalam masalah tersebut. Meskipun begitu, dirinya dinilai masih kalah bobrok dibandingkan Bush. Mantan presiden Amerika ini telah memiliki rekor dengan menginvasi Afghanistan di tahun 2001 dan Irak di tahun 2003. Semua itu gagal di tangan Bush dengan reaksi berantai yang menyebabkan Afghanistan dan Irak hancur hingga kini. Oleh karena itu, sangat mengherankan jika Bush memiliki keberanian mengkritik Putin, hanya karena dirinya ceroboh atau terkenal bobrok. Bahkan, Blair telah berhenti mengkritik Putin. 

“Saya berani menebak bahwa Bush sangat menyadari bahwa keputusannya untuk menyerang Irak sepenuhnya tidak dapat dibenarkan dan brutal,” kata Jurnalis Tallha Abdulrazaq. “Saya sama yakinnya bahwa dia hanya memikirkan warisannya dengan dalih kebijakan Irak, dan berterima kasih kepada penilaian rakyat bahwa dia adalah presiden negara paling kuat di bumi daripada presiden negara dunia ketiga yang tidak akan diterima International Criminal Court.”

Bagi politisi AS dan masyarakat luas, Irak adalah babak buruk dalam sejarah Amerika yang ingin mereka tinggalkan. Bush mungkin telah dikecam oleh banyak orang di media Amerika, kalangan akademis, dan hukum. Namun, Bush lebih dikritik karena rasa sakit yang dirasakan rakyat akibat perlakuan Amerika ke Irak yang memberatkan negara, karena perang, pembohongan, dan kematian.

Tindakan Bush yang mengkritik Putin dengan membandingkan apa yang terjadi di Irak, membuat banyak orang mencemoohnya. Masyarakat di Amerika juga mulai menertawakannya dan mempertanyakan kondisi bawah sadarnya. 

Sementara AS, terutama Bush mulai melupakan jeritan, kutukan, dan penderitaan jutaan pria, wanita, dan anak-anak di Irak, negara-negara yang merasa dirugikan atas tindakan Bush masih mengkritik tindakannya. Tak hanya itu, generasi Irak yang tidak ikut dalam peperangan dikhawatirkan mulai mengatur siasat untuk balas dendam.

Pos terkait