Koprol Mbok De, Produk Lokal Malang Kaya Khasiat Laris hingga Bali

  • Whatsapp
Koprol Mbok De - (YouTube: PasarKita)
Koprol Mbok De - (YouTube: PasarKita)

Bagi Anda pencinta kopi, pasti tak asing dengan varian americano, latte, hingga cappuccino. Masing-masing kopi tersebut tentu menawarkan rasa yang berbeda-beda. Namun di Desa Kemantren Kabupaten Malang, ada produk kopi yang tidak hanya dibuat dari biji kopi, tetapi juga ekstrak daun kelor. Bernama Koprol Mbok De, akronim dari kopi daun kelor, kabarnya produk ini menawarkan khasiat yang baik untuk menjaga imunitas tubuh. 

Produk siap seduh Koprol Mbok De ternyata sudah eksis di pasaran sejak 2017 lalu. Loviana Dian Anggraeni sebagai penggagas mengawali bisnis ini dengan inovasi menambahkan daun kelor yang ditanamnya sendiri di belakang rumah. Ia mengolah koprol di rumahnya, tepatnya di A. Yani, RT 5 RW 3, Desa Kemantren, Kec Jabung, Kab Malang. “Saya ingin mengangkat minum kopi bisa lebih sehat pakai kelor dan jahe,” katanya.

Bacaan Lainnya

Mengenai nama Mbok De, Dian menjelaskan bahwa itu istilah orang desa, dan berharap dengan produk ini bisa menghasilkan sesuatu bernilai. Jadi, orang desa yang bisa mengangkat produk-produk berkualitas. Untuk menjaga kualitas produk, dia pun masih menggunakan cara manual dalam membuat koprol. Saat merinting biji kopi, wanita berjilbab ini hanya menggunakan tungku yang terbuat dari tanah liat. Biji kopi kemudian disangrai di atas pawon hingga berwarna kehitaman. Sementara itu, daun kelor dikeringkan terlebih dulu, lalu dihaluskan bersama dengan biji kopi tadi. Tahap akhir adalah proses pengemasan sesuai ukuran dan Koprol Mbok De siap dipasarkan.

Dia menambahkan, daun kelor memiliki kandungan antioksidan yang dapat menjaga tahan tubuh sekaligus menambah energi. Dengan embel-embel itu, tak heran jika permintaan Koprol Mbok De di pasaran cukup tinggi. Tak hanya koprol, Loviana juga memproduksi bergizi lainnya seperti rempah serai dan jahe, abon, krim jelly, serta kue bawang.

Saat ini, Koprol Mbok De dijual dengan harga mulai Rp45 ribu untuk kemasan 120 gr. Selama ini, Koprol Mbok De dipasarkan hanya melalui media sosial. Namun ke depan, Loviana berharap mampu meningkatkan pemasaran Koprol Mbok De ke berbagai daerah. “Pemasarannya sendiri di wilayah Jawa Timur, tetapi ada juga di Jawa Tengah dan Bali,” terang Loviana.

Tidak hanya di Malang, kopi daun kelor rupanya juga populer di daerah lain, seperti Lombok, yang ditawarkan Makan Gelora. Sajian secangkir koprol dibuat oleh pemilik rumah makan, Sumaeni Geenis, dengan komposisi berimbang. Tak hanya daun kelor, Sumaeni juga menambahkan bubuk jahe dan gula aren. Menyajikan rasa yang unik, tidak heran jika pelanggannya pun terus berdatangan.

“Saya mulai membuat koprol karena ada tren mengonsumsi ekstrak daun kelor di Lombok,” jelas Sumaeni, seperti dikutip dari GenPi. “Nah, biasanya orang Lombok itu selesai makan besar meminta disediakan juga kopi hitam yang panas. Akhirnya saya berinisiatif membuat koprol.”

Pos terkait