Kepercayaan Konsumen AS Naik, Rupiah Ditutup Melemah

  • Whatsapp
Rupiah - citypost.id
Rupiah - citypost.id

JAKARTA – Rupiah gagal mengatrol posisi ke zona hijau pada perdagangan Rabu (27/10) sore ketika dolar AS sebenarnya bergerak lebih rendah meskipun kepercayaan konsumen Paman Sam dilaporkan naik. Menurut catatan Index pada pukul 14.56 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.173 per dolar AS.

Setali tiga uang, mayoritas mata uang di kawasan Benua Asia juga tidak berdaya melawan greenback, meski dalam kisaran yang tipis. Malaysia terdepresiasi 0,06%, diikuti dolar Hong Kong dan peso yang sama-sama terkoreksi 0,02%, serta yuan China yang turun 0,01%. Sebaliknya, baht Thailand masih mampu menguat 0,12%, sedangkan won Korea Selatan bergerak stagnan.

Bacaan Lainnya

“Rupiah kemungkinan akan melemah di kisaran Rp14.120 hingga Rp14.180 per dolar AS sepanjang hari ini karena indeks saham Asia dalam tren penurunan,” ujar analis uang, Ariston Tjendra, pagi tadi seperti dikutip dari CNN Indonesia. “Tekanan bagi bursa saham Asia datang dari kekhawatiran terhadap inflasi dan masalah utang beberapa perusahaan properti China, seperti Evergrande, Fantasia, hingga Modern Land.”

Dari global, indeks dolar AS terpantau bergerak stabil, masih mendekati level tertinggi satu minggu, menjelang pertemuan Bank of Japan dan European Central Bank (ECB) pada hari Kamis (28/10) waktu setempat, ketika kepercayaan konsumen AS secara tak terduga pada Oktober 2021. Mata uang Paman Sam melemah 0,064 poin atau 0,07% ke posisi 93,885 pada pukul 11.33 WIB.

Dilansir dari Reuters, kepercayaan konsumen AS naik pada Oktober 2021 karena kekhawatiran tentang inflasi yang tinggi diimbangi oleh prospek tenaga kerja yang membaik, menunjukkan pertumbuhan ekonomi meningkat setelah kuartal ketiga yang bergejolak. Indeks kepercayaan konsumen AS naik menjadi 113,8 pada bulan ini, jauh melebihi hasil survei The Wall Street Journal yang memperkirakan penurunan menjadi 108.

“Optimisme konsumen yang meningkat tentang prospek pekerjaan dan pendapatan tampaknya telah mengimbangi sejumput inflasi yang lebih tinggi,” papar kepala ekonom keuangan AS di Oxford Economics, Kathy Bostjancic. “Ini juga mendukung perkiraan kami bahwa pertumbuhan konsumen riil akan menguat menjadi 4,4% secara tahunan pada kuartal keempat.”

Pos terkait