Kekhawatiran Omicron Mereda, Rupiah Malah Berakhir Melemah

  • Whatsapp
Rupiah harus berbalik ke zona merah pada pembukaan perdagangan awal pekan (15/10) ini - Harianjogja.com

JAKARTA – Rupiah gagal bertahan di area hijau pada perdagangan Selasa (30/11) sore ketika kekhawatiran akan Covid-19 varian Omicron sedikit mereda lantaran jenis tersebut dikatakan mempunyai gejala sangat ringan. Menurut paparan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah 13 poin atau 0,09% ke level Rp14.332 per dolar AS.

Sementara itu, sejumlah mata uang di kawasan Benua Asia mampu mengungguli greenback. Won Selatan menjadi yang paling perkasa setelah melonjak 0,53%, diikuti baht Thailand yang naik 0,3%, yuan China yang bertambah 0,23%, ringgit yang menguat 0,14%, dan peso Filipina yang terapresiasi 0,1%. Sebaliknya, yen Jepang harus melemah 0,17%.

Bacaan Lainnya

“Nilai tukar rupiah kemungkinan akan lanjut menguat pada hari ini, karena pelaku pasar terlihat masuk kembali ke aset berisiko dengan menguatnya indeks saham Asia pada pagi ini,” papar pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, dikutip dari CNN Indonesia. “Kekhawatiran terhadap varian Omicron juga tidak membuat pemerintah memperketat kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), walau tetap diperpanjang.”

Meski demikian, lanjut Ariston, pergerakan pasar sepenuhnya masih berada di bawah bayang-bayang perkembangan penyebaran Omicron. Sebab, bila kekhawatiran terhadap varian tersebut tiba-tiba meningkat lagi, hal ini bisa membuat Federal Reserve tidak akan terburu-buru mengurangi likuiditas (tapering) di Negeri Paman Sam. Di sisi lain, penyebaran Omicron bisa saja mengubah sentimen positif di roda industri manufaktur China yang sudah mulai pulih usai diterpa isu krisis suplai.

Dari pasar global, dolar AS di atas posisi terendah satu minggu terhadap mata uang utama yang, karena kekhawatiran akan varian corona varian Omicron relatif mereda, yang sebelumnya diperkirakan bisa menggagalkan pemulihan AS dan menunda kenaikan suku bunga Federal Reserve. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,205 poin atau 0,21% ke level 96,136 pada pukul 11.06 WIB.

Seperti diwartakan Reuters, pasar merasa terhibur dengan pernyataan Presiden AS, Joe Biden, bahwa negaranya tidak akan memberlakukan kembali penguncian, serta komentar seorang dokter Afrika Selatan yang menyatakan jenis baru ini menyebabkan gejala yang lebih ringan. Namun, di hadapan Senat AS, Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan Omicron dapat menyebabkan tekanan inflasi bertahan lebih lama.

“Penilaian Omicron yang kurang mengerikan telah memungkinkan (indeks dolar AS) untuk memulihkan sebagian penurunannya,” tulis ahli strategi Westpac dalam sebuah catatan penelitian. “Namun, pemantulan yang agak mengecewakan di pasar global menunjukkan bahwa masih ada tingkat kekhawatiran yang tentang varian itu.”

Pos terkait