Lebih Sehat Tanpa Pengawet, Kecap Tugu Jawa Asli Malang Laris Hingga Papua

  • Whatsapp
Kecap Tugu Jawa Asli Malang - (YouTube: PasarKita)
Kecap Tugu Jawa Asli Malang - (YouTube: PasarKita)

Kecap manis menjadi salah satu bumbu masakan yang begitu mudah ditemukan di dapur. Tak sedikit merek kecap manis yang beredar di pasaran dengan menawarkan berbagai keunggulan produk. Sama halnya produk kecap manis buatan warga Kabupaten Malang yakni merek Tugu Jawa yang diproses secara higienis tanpa bahan pengawet dengan harga relatif terjangkau.

Didasari dari keprihatinan Dwi Hartono mengenai hasil panen kedelai lokal yang sulit bersaing di wilayah Desa Kemantren, dia menjajal bisnis rumahan berbahan baku kedelai, yakni kecap. Usaha yang dirintisnya sejak 2016 lalu ini dibantu oleh beberapa karyawannya di rumahnya yang berada di Jl Kolonel Sugiono No 18, Jabung, Kabupaten Malang. “Kami melihat petani kedelai lokal terpuruk dan kalah bersaing dengan produk impor, sehingga kami membuat kecap yang banyak digunakan sehari-hari,” kata Pemilik Kecap Tugu Jawa, Dwi Hartono.

Bacaan Lainnya

Tak hanya kedelai lokal, bahan baku lain Kecap Tugu Jawa semuanya berbasis produk lokal, seperti gula kelapa dan rempah-rempah. Dwi memang menambahkan rempah-rempah khusus agar menambah cita rasa yang khas pada kecapnya. Terdapat sejumlah varian produk kecap Tugu Jawa yakni kecap pedas yang dikemas rapi dalam botol. “Ada banyak kemasan mulai dari refill 140 ml hingga botol berbagai ukuran,” paparnya.

Proses pembuatan kecap Tugu Jawa dimulai dari kedelai pilihan yang dicuci bersih kemudian difermentasi terlebih dulu. Selanjutnya, air hasil fermentasi dicampurkan dengan rempah-rempah dan bahan lainnya. Semua bahan diproses di dalam penggilingan. Kecap-kecap ini pun dikemas cantik dalam botol dan siap didistribusikan. “Pemasarannya paling jauh ke Papua dan Sulawesi. Tapi permintaan dengan jumlah paling banyak ke Jakarta,” terang pria berkacamata ini.

Kelebihan dari Kecap Tugu Jawa adalah dibuat tanpa bahan pengawet. Hal tersebut menjadi daya tersendiri bagi para konsumen. Dalam sehari, Dwi mampu memproduksi sekitar 100 hingga 150 liter kecap Tugu Jawa. Soal harga, relatif terjangkau karena dibanderol mulai Rp7.000 hingga Rp24.000 per botol. “Saat ini permintaan terbilang tinggi, tetapi kami terkendala pada kinerja yang belum maksimal, sehingga belum mampu untuk memproduksi dalam jumlah lebih besar lagi,” pungkasnya.

Tak hanya di Kabupaten Malang, di Kota Malang pun memiliki produk kecap manis unggulan yang diproduksi oleh PKK RW 07 Kelurahan Lowokwaru. Meski masih berskala kecil, ibu-ibu PKK RW 07 di Lowokwaru tersebut mampu memproduksi ratusan botol kecap dalam seminggu. Tak ayal, produk ini pun kini sudah terpampang di berbagai pusat oleh-oleh di Kota Malang. Bahkan, produk kecap tersebut telah banyak mendapatkan tawaran sejumlah investor untuk membeli resep kecap tersebut dengan ratusan juta rupiah.

“Kecap ini memiliki keunggulan tanpa memakai bahan pengawet karena gula merah yang digunakan sudah berfungsi sebagai pengawet, sehingga mampu bertahan sampai satu tahun,” ungkap Ari Prihatiningsih, salah satu anggota PKK RW 07 Kelurahan Lowokwaru, seperti dilansir Surya.

Pos terkait