Imbas Pembatasan Ketat, Tingkat Kecanduan Game Anak-Anak di China Berkurang

  • Whatsapp
Anak-Anak di China Bermain Game (Sumber : www.protocol.com)

BEIJING – Asosiasi industri semi- China telah mengumumkan ‘kemenangan awal’ dalam usaha mereka mengurangi kecanduan video di kalangan anak di bawah umur setelah lebih dari satu tahun membatasi waktu bermain mereka. Perkembangan tersebut diharapkan dapat membantu meyakinkan Beijing untuk sedikit melonggarkan regulasi di industri gaming Negeri Tirai Bambu.

Seperti diwartakan South China Morning Post, lebih dari 75% gamer berusia di bawah 18 tahun telah membatasi waktu bermain mereka hingga tiga jam seminggu, menurut sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Selasa (22/11) oleh komite penerbitan dari China Audio-Video and Digital Publishing Association yang didukung pemerintah. Klaim laporan tersebut, hal itu menunjukkan bagaimana masalah kecanduan game anak di bawah umur pada dasarnya telah diselesaikan.

Bacaan Lainnya

Lebih dari 85% dari ribuan orang tua yang disurvei secara acak dalam laporan, yang ditulis bersama oleh komite, Gaming Industry Research Institute of China, dan perusahaan riset pasar CNG, mengatakan mereka menyetujui anak-anak mereka bermain video di bawah pengawasan ketat. Sekitar 72% dari responden ini mengatakan video game tidak memengaruhi studi anak-anak mereka di sekolah dan kehidupan sehari-hari.

Survei tersebut juga menemukan bahwa lebih dari 15% orang tua mengatakan anak-anak mereka diam-diam mengisi ulang akun online mereka, tetapi proporsinya turun dari 28,6% yang tercatat tahun lalu. Kesimpulan optimis laporan tersebut menawarkan beberapa harapan bagi pasar video game China untuk pulih dari penurunan saat ini, yang terjadi setelah pembatasan waktu bermain anak-anak, pengetatan persetujuan lisensi game, dan sensor konten.

Spekulasi tentang potensi mencairnya tindakan keras industri Beijing dimulai awal bulan ini ketika People’s Daily, corong Partai Komunis China, menerbitkan sebuah artikel opini yang menggambarkan video sebagai industri yang ‘sangat penting bagi tata letak industri dan inovasi teknologi negara’. Total penjualan di pasar video game China, yang tetap terbesar di dunia, tercatat 59,7 miliar yuan (8,3 miliar dolar AS) pada kuartal yang berakhir September 2022, turun 19,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data CNG.

Sebelumnya, National Press and Publication Administration (NPPA), yang juga bertanggung jawab atas lisensi video di China, menerapkan langkah paling ketat untuk memerangi kecanduan game di kalangan remaja pada Agustus 2021. Mereka membatasi waktu bermain game untuk pemain di bawah 18 tahun hingga antara jam 8 malam dan jam 9 malam pada hari Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur resmi.

Beijing memutuskan meningkatkan pengawasannya terhadap sektor ini setelah sebuah surat kabar, yang berafiliasi dengan Kantor Berita Xinhua, menerbitkan sebuah artikel yang menyebut online sebagai ‘candu spiritual’ dan menunjuk Tencent Holdings sebagai sumber utama masalah. Tencent yang berbasis di Shenzhen memang mengoperasikan bisnis video game terbesar di dunia berdasarkan pendapatan.

Terlepas dari kritik itu, operator video China sebenarnya telah meluncurkan fitur, termasuk pengenalan wajah, untuk memastikan kapan anak di bawah umur memainkan game mereka. Tencent misalnya, membuat kalender untuk liburan musim dingin empat minggu pada awal tahun ini untuk langsung mengingatkan pelanggan di bawah 18 tahun agar membatasi waktu bermain mereka

Sementara menyimpulkan bahwa kecanduan video game sekarang terkendali, laporan itu menarik perhatian ke segmen lain dari pasar layanan online Negeri Panda. Dikatakan, 65% anak di bawah umur beralih ke layanan video pendek untuk menghabiskan waktu mereka. Namun, platform video pendek yang dioperasikan oleh Douyin, TikTok versi China, dan Kuaishou Technology telah mengadopsi fitur ‘mode remaja’ sejak 2019, yang memerlukan pemeriksaan identifikasi dan kontrol orang tua.

Pos terkait