Kasus Omicron Tinggi, Jepang Izinkan Kedatangan Pelajar Asing secara Terbatas

  • Whatsapp
Proses Belajar di Jepang - www.nippon.com
Proses Belajar di Jepang - www.nippon.com

TOKYO – Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan internasional masuk secara terbatas, ketika negara tersebut melanjutkan larangan masuknya warga asing di tengah infeksi Covid-19 varian Omicron. Pelonggaran tersebut diperuntukkan pelajar asing, tetapi hanya khusus siswa yang mendapatkan beasiswa pemerintah yang mungkin tidak dapat lulus atau maju dalam pendidikan mereka tanpa mendapatkan kredit atau studi di Jepang.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno, seperti dikutip dari Nikkei Asia, mengatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan tanggapan kepada pelajar asing yang menunggu masuk ke Jepang. Namun, langkahnya akan jauh dari kembali secara penuh. Jepang sendiri telah mempertahankan kontrol perbatasan yang luar biasa ketat di antara negara-negara ekonomi besar meskipun menolak penerimaan asing terlalu lama dapat menyebabkan mereka kehilangan bakat masa depan.

Bacaan Lainnya

Menurut Kementerian Pendidikan Jepang, hanya 8.761 dari sekitar 280.000 asing yang telah menerima beasiswa pemerintah pada Mei 2020. Tokyo akan terus membahas apakah akan memperpanjang pengecualian untuk siswa yang didanai swasta. Meski demikian, siswa yang diizinkan masuk akan tetap tunduk pada pembatasan lain yang bertujuan untuk mengekang varian Omicron, termasuk batas masuk dan periode isolasi diri. Siswa yang masuk perlu dikarantina di fasilitas area bandara untuk meminimalkan risiko penyebaran virus.

Otoritas Negeri Matahari Terbit sendiri telah melarang hampir semua pendatang asing baru sejak akhir November lalu, termasuk internasional yang disponsori pemerintah, yang dibebaskan dari pembatasan sebelumnya karena ‘kepentingan publik’ mereka. Sementara itu, siswa yang didanai swasta telah ditinggalkan sepenuhnya untuk beberapa waktu. Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, mengumumkan bahwa pembatasan akan diperpanjang hingga akhir Februari. “Kami akan mengambil tanggapan yang diperlukan sejalan dengan kepentingan kemanusiaan dan nasional,” katanya.

yang tidak dapat masuk ke Jepang telah mencari alternatif seperti mengambil kursus online. Beberapa lainnya menanggapi larangan yang berkepanjangan dengan memilih destinasi lain, seperti Selatan. dari Badan Layanan Imigrasi menunjukkan bahwa sekitar 120 ribu orang memasuki Jepang dengan visa pelajar pada 2019. Namun, hanya 9.930 yang melakukannya dalam 10 bulan pertama tahun 2021. Anggota koalisi yang berkuasa di Jepang khawatir bahwa tren ini dapat merugikan kepentingan negara.

Pos terkait