Iran Jalin Kerja Sama dengan Rusia Soal Suku Cadang dan Perbaikan Pesawat

  • Whatsapp
Iran dan Rusia menjalin kesepakatan untuk bekerja sama dalam suku cadang dan perbaikan pesawat - www.farsnews.ir

TEHERAN/MOSKOW – Iran dan Rusia dikabarkan telah menjalin untuk bekerja sama dalam suku cadang dan perbaikan pesawat. Kantor berita Iran, MEHR, melaporkan bahwa Juli 2022 kemarin, Iran dan Rusia menandatangani perjanjian kerja sama tentang suku cadang dan perbaikan pesawat, serta setuju untuk meningkatkan antara kedua negara.

“Telah diputuskan untuk menandatangani perjanjian kerja sama dengan Rusia sejalan dengan memberikan kemungkinan mengekspor suku cadang dan peralatan yang diproduksi di Iran ke Rusia,” papar Mir-Akbar Razavi, juru bicara Organisasi Sipil Iran (CAO), seperti diberitakan MEHR. “Juga, melakukan layanan perbaikan dan pemeliharaan dan dukungan teknis pesawat Rusia oleh pusat perbaikan Iran.”

Bacaan Lainnya

Sementara pernyataan itu mengacu pada ‘pesawat Rusia’, tetapi tidak secara eksplisit menyebutkan pesawat Airbus dan Boeing. Ini sebenarnya bukan konsep baru, karena pada 23 Maret lalu, MEHR mengatakan bahwa Menteri Transportasi Federasi Rusia, Vitaly Savelyev, menggarisbawahi bagaimana negaranya akan memanfaatkan pengalaman Iran dalam menghindari sanksi untuk mengatasi tantangan terkait suku cadang untuk industri mereka. “Rusia dipandu oleh pengalaman Iran tentang bagaimana melayani pesawat dalam situasi yang sama,” katanya kala itu.

Meski Iran mungkin bukan pembangkit tenaga penerbangan, mereka telah berhasil membuat beberapa pesawat Barat yang agak tua tetap beroperasi. Iran misalnya, menurut data ch-aviation.com, 43 pesawat dalam armadanya berusia rata-rata 25 tahun. Rata-rata itu dicondongkan oleh satu Airbus A321-200, dua armada A330-200, dan 13 pesawat ATR 72-600. Keseimbangan armada berkisar antara 20 sampai 42 tahun. Mereka telah mengoperasikan A321 dan A330 untuk beberapa waktu, sehingga ada beberapa keahlian di sana.

Tidak hanya itu, Iran dan Rusia juga menandatangani Nota Kesepahaman untuk meningkatkan penumpang antara kedua negara menjadi 35 kali per minggu. Razavi mengatakan, MoU disepakati antara Wakil Menteri Transportasi Rusia dan CAO, Mohammad Mohammadi-Bakhsh. Saat ini, ada lima layanan komersial per minggu, dua dioperasikan oleh Aeroflot dan Nordwind Airlines Rusia, sedangkan satu oleh Mahan Iran.

Beberapa waktu lalu, juga menurut laporan MEHR, langsung antara Iran dan Venezuela resmi dioperasikan, ketika maskapai Conviasa Airlines dengan nomor VO3750 dari Caracas mendarat di Teheran. Setelah penerbangan 13 jam, pesawat itu mendarat di Bandara Internasional Imam Khomeini (IKA) Teheran pukul 12.56 pada 30 Juli 2022 waktu setempat.

Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Mohammad-Reza Gharaei Ashtiani, bertemu dengan Wakil Menteri Perairan dan Kementerian Transportasi Udara Venezuela dan Ketua Conviasa Airlines, Ramón Velásquez. Kedua belah pihak dilaporkan bertekad untuk memperluas dan memperdalam hubungan antara kedua negara, dan penerbangan langsung antara Iran dan Venezuela adalah langkah penting dan berharga.

Pos terkait