Khawatir Risiko Keamanan, Inggris Batasi Penggunaan Kamera CCTV China

Penggunaan Kamera CCTV - (Karya: pixinoo)
Penggunaan Kamera CCTV - (Karya: pixinoo)

LONDON – Otoritas Inggris memerintahkan untuk membatasi pemakaian kamera buatan China di gedung-gedung pemerintahan. Kebijakan tersebut diambil karena ada kekhawatiran mengenai keamanan di saat ini dan di masa mendatang yang mungkin ditimbulkan oleh sistem pengawasan buatan perusahaan asal Negeri Tirai Bambu.

“Peninjauan telah menyimpulkan bahwa, mengingat terhadap Inggris dan meningkatnya kemampuan dan konektivitas sistem ini, kontrol tambahan diperlukan,” papar Menteri Kantor Kabinet, Oliver Dowden, dalam sebuah pernyataan tertulis kepada parlemen, dilansir dari Deutsche Welle. “Kementerian harus mempertimbangkan untuk mengganti kamera ini sekarang daripada menunggu untuk meningkatkannya.”

Bacaan Lainnya

Pada bulan Juli, kelompok advokasi privasi, Big Brother Watch, mengatakan bahwa sebagian besar kamera pengintai yang digunakan oleh pemerintah Inggris dibuat oleh dua perusahaan asal China, yakni Hikvision dan Dahua. Dowden mengatakan, perusahaan yang tunduk pada Undang-Undang Intelijen Nasional China dapat dipaksa untuk menyerahkan informasi ke dinas keamanan Beijing.

“Departemen telah diinstruksikan untuk menghentikan penyebaran peralatan tersebut ke situs sensitif, karena itu diproduksi oleh perusahaan yang tunduk pada Undang-Undang Intelijen Nasional Republik Rakyat China,” sambung Dowden. “Karena pertimbangan keamanan selalu menjadi yang terpenting di sekitar situs-situs ini, kami mengambil tindakan sekarang untuk mencegah keamanan.”

Langkah ini mengikuti kekhawatiran yang diajukan oleh parlemen. Pada bulan Juni lalu, Komisaris Biometrik dan Kamera Pengintai, Fraser Sampson, mengatakan bahwa hampir setiap aspek kehidupan sekarang di bawah pengawasan menggunakan sistem canggih yang dirancang oleh, dan dibeli dari, perusahaan di bawah kendali pemerintah lain, pemerintah kepada siapa perusahaan-perusahaan itu berbagi data.

“Infrastruktur pengawasan publik dibangun di atas asbes digital,” ujar Sampson, dikutip dari Independent. “Kita membutuhkan kehati-hatian saat menangani produk yang dipasang oleh generasi sebelumnya dan, sebagai prioritas, moratorium pemasangan lebih lanjut sampai kami sepenuhnya memahami yang kami miliki.”

The Commons Foreign Affairs Committee sebelumnya telah menyerukan larangan peralatan yang diproduksi oleh Hikvision dan perusahaan lain yang dikatakan telah memasang kamera mereka di kamp-kamp interniran di Provinsi Xinjiang, China. Dilaporkan, kamera Hikvision digunakan di dalam Departemen Kesehatan dan Sosial, lokasi ketika CCTV yang bocor menunjukkan sekretaris kesehatan saat itu, Matt Hancock, mencium seorang ajudan.

Alicia Kearns, Ketua Commons Foreign Affairs Committee dan China Research Group of MPs, menyambut baik langkah tersebut, tetapi ia menyarankan agar mereka harus melangkah lebih jauh. “Menyingkirkan kamera pengintai China dari ‘perkebunan’ adalah langkah ke arah yang benar, tetapi kita bisa melangkah lebih jauh,” katanya.

Sementara itu, Hikvision mengatakan bahwa tuduhan yang dilancarkan pemerintah Inggris sangat salah. Menurut pernyataan resmi perusahaan yang dirilis Kamis (24/11) kemarin, mereka tidak dapat mengirimkan dari pengguna akhir ke pihak ketiga. Mereka juga tidak mengelola basis data pengguna akhir dan tidak menjual penyimpanan cloud di Inggris.

Pos terkait