Industri Kemasan Cuma Tumbuh 5% Akibat Melemahnya Kurs Rupiah

Melemahnya kurs rupiah terhadap AS berdampak signifikan bagi industri dalam negeri, tak terkecuali industri pengemasan. Bahkan, para pelaku industri pengemasan memprediksi tahun ini hanya berkisar 5% dari tahun lalu yang mencapai Rp75 triliun.

“Bisa dibilang ini imbas krisis yang berlanjut sejak 2014 lalu,” jelas Direktur Eksekutif Federasi Pengemasan Indonesia, Hengky Wibawa. “Konsumen lebih mengutamakan kebutuhan pokok.”

Bacaan Lainnya

Ditambahkannya, penurunan paling terasa ketika kuartal kedua dan ketiga tahun ini. tukar rupiah yang tidak dan penurunan pemesanan dari industri pengguna kemasan menjadi penyebabnya.

tular rupiah yang tidak memang berdampak parah bagi industri,” lanjutnya. “Ditambah lagi, kami harus mengimpor lebih dari 50% plastik.”

Tahun depan, industri kemasan nasional mengincar pertumbuhan 8-10%, yaitu menjadi Rp75-77 triliun, dari estimasi tahun ini, Rp70 triliun. Perbaikan ekonomi dan tambahan investasi di sektor makanan dan minuman olahan diharapkan bisa memacu industri kemasan.

Pos terkait