Kasus Gagal Ginjal Meningkat, Harga Mesin Hemodialisis B Braun Stabil

  • Whatsapp
Mesin hemodialysis BBraun
Mesin hemodialysis (cuci darah) produksi BBraun

Tulungagung – Permintaan pasar akan mesin hemodialisis 2021 diperkirakan akan terus naik, bahkan di masa pandemi 19. Ada banyak dan varian mesin cuci darah yang dipasarkan dan salah satunya adalah mesin hemodialisis B Braun dengan harga ratusan juta rupiah per unit.

19 tidak hanya menyerang pernapasan, tetapi juga ginjal. Tak hanya mengalami gangguan ringan, sejumlah pasien Coronavirus juga mengalami gagal ginjal dan terpaksa harus menggunakan alat hemodialisis.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari Antaranews, untuk mengantisipasi jumlah pasien yang membutuhkan pelayanan hemodialisis, sejumlah rumah sakit mulai menambah pasokan alat tersebut. Salah satu rumah sakit yang membeli banyak alat hemodialisis adalah dr. Iskak Tulungagung.

Perangkat hemodialisis di RSUD dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur bertambah 15 unit. Sebelumnya, rumah sakit tersebut hanya memiliki 20 unit dan dengan tambahan tersebut, kini menjadi 35 unit secara bertahap karena harganya yang cukup mahal.

“Bertambahnya unit sarana cuci darah ini jangkauan pelayanan pasien juga bertambah,” kata Kepala Seksi Informasi dan Pemasaran RSUD dr Iskak Tulungagung, Mochamad Rifangi. “Penambahan alat hemodialisis juga berperan penting untuk mengatasi kebutuhan pasien cuci darah selama pandemi.”

“Penambahan mesin cuci darah bisa meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.” tambah Direktur RSUD dr. Iskak, dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp. B, M. kes.”Mesin hemodialisis sangat penting untuk membantu pasien yang belum melakukan transplantasi ginjal.”

Sementara ada banyak mesin hemodialisis yang beredar di pasaran, beberapa pihak medis memilih B Braun. Menurut LKPP, perangkat ini banyak diminta oleh rumah sakit milik pemerintah. Dikenal dengan B Braun Dialog + Hemodialysis Machine, ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan global pasien dan operasi tenaga medis.

Perangkat mesin ini juga dilengkapi dengan UF (ultrafiltration) profile, Na profile, tampilan menghitung Kt/v, total volume darah, minimum UF bila terjadi kedaruratan, injeksi bolus yang terpantau, dan sensitivitas sensor yang baik. Mesin hemodialisis B Braun ini juga diklaim memiliki kualitas air reverse osmosis (RO) yang baik, tabung dialiser yang awet, dan dilengkapi cairan dialisat.

“Bbraun Dialog + Hemodialysis Machine terkenal ramah dan memberikan kenyamanan bagi pasien,” kata Sucipto Kuncoro, reviewer alat kesehatan. “Cara penggunaannya juga tidak sulit, karena perawat hanya perlu menekan beberapa tombol dan proses cuci darah akan berjalan secara otomatis.”

Terbilang memberikan kenyamanan kepada pasien, perangkat hemodialisis ini bekerja dengan teknologi blok aliran modus siaga dan penukar panas yang terintegrasi. Ini mesin tidak berisik dan pasien tidak akan terganggu dengan suara atau sistem kerja mesin.

Tergolong mesin medis berat, Bbraun Dialog + Hemodialysis Machine hanya dijual di toko alat medis berizin dan berskala besar. Sementara di Indonesia, jarang ada yang menjualnya, instansi medis bisa membelinya di pasaran luar negeri dengan sistem impor.

Dirangkum dari situs e-commerce India (Indiamart), Bbraun Dialog + Hemodialysis Machine dijual dengan harga setara dengan Rp106 jutaan. Sementara itu, di toko peralatan medis berizin online, yakni Bimedis, alat tersebut dijual dengan harga USD 8.257 atau setara dengan Rp117 jutaan dengan perhitungan kurs saat ini (21/11).

Pos terkait