Termasuk Jenis Unggul, Harga Merpati Pos Belgia Ternyata Bisa Dibanderol Mahal

  • Whatsapp
Merpati Pos Belgia - (www.standard.co.uk)
Merpati Pos Belgia - (www.standard.co.uk)

Merpati pos atau merpati balap (racing pigeon) rupanya cukup populer di Indonesia. Bahkan, dalam beberapa kesempatan kerap diadakan kompetisi atau perlombaan untuk menilai kualitas dan kecerdasan dari seekor merpati pos. Dari sekian banyak jenis merpati pos, bisa dibilang merpati pos Belgia menjadi salah satu burung dengan harga yang cukup mahal.

Seperti merpati pos pada umumnya, merpati pos Belgia kabarnya memiliki daya yang untuk terbang dan kemudian pulang atau kembali ke rumah, yaitu tempat ia dilahirkan atau dibesarkan. Indra dan kecerdasannya yang membantu merpati pos kembali ke rumah. Selain dijadikan binatang peliharaan atau burung hias, merpati pos juga diminati karena kecepatan terbangnya untuk kembali ke kandang.

Bacaan Lainnya

Di pasaran, merpati pos Belgia yang beredar biasanya berasal dari perkawinan silang antara trah lokal dan trah merpati pos Belgia. Adapun harga merpati pos turunan Belgian racing pigeon berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp195 ribuan per ekor. Sedangkan harga sepasang merpati pos turunan Belgia sekitar Rp465 ribuan. Harga merpati pos Belgia yang berlaku di setiap tempat bisa saja berbeda-beda.

Sebelumnya, seekor merpati balap asal Belgia yang dinamai Armando berhasil dilelang dengan harga mencapai 1,25 juta euro atau lebih dari Rp20 miliar. Sebelum laku, Armando adalah merpati balap milik peternak ulung asal Belgia Barat, Joel Verschoot. Armando kabarnya memang dirawat agar menjadi merpati balap jauh terbaik.

Tak hanya di luar negeri, bisnis jual-beli merpati pos rupanya juga cukup prospektif di Tanah Air. Hal ini dirasakan oleh Bagus Rahardjo, warga asal Giripeni, Kota Wates, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta yang memiliki penangkaran merpati balap. “Satu bulan bisa 20 merpati yang dibeli,” jelas Bagus, seperti dikutip dari Kompas.

Bagus mengembangbiakkan merpati pos lokal dengan indukan merpati asal Eropa. Secara bertahap, ia mendatangkan merpati pos dari Belanda hingga 25 ekor, Inggris 7 ekor, dan Belgia 5 ekor. Merpati itu kemudian disilangkan satu sama lain. Merpati Eropa dinilai mempunyai kekuatan dan ketahanan fisik, sedangkan merpati lokal mudah menyesuaikan dengan cuaca.

Pos terkait