Berguna untuk Penelitian Antioksidan, Berapa Harga DPPH Sigma?

  • Whatsapp
Harga DPPH Sigma - (shopee.co.id)
Harga DPPH Sigma - (shopee.co.id)

Dalam penelitian, ada banyak bahan kimia yang biasa digunakan, salah satunya seperti DPPH. DPPH sendiri merupakan singkatan dari dari 1,1-difenil-2-pikrihidazil. DPPH adalah senyawa radikal bebas yang stabil yang kerap digunakan dalam penelitian mengenai antioksidan. DPPH tersedia dalam berbagai merek, salah satunya DPPH Sigma. Harga DPPH Sigma dipatok cukup mahal, berkisar ratusan ribu rupiah.

Di marketplace, harga DPPH Sigma Aldrich 10 mg (kemasan repack) dijual Rp150 ribu, kemudian kemasan 25 mg harganya Rp400 ribu, dan kemasan 50 mg dijual mencapai harga Rp790 ribu per botol. Harga DPPH Sigma dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Selain itu, harga DPPH Sigma yang berlaku di setiap tempat bisa saja berbeda-beda, tergantung dari penawaran pihak penjual.

Bacaan Lainnya

“Uji DPPH sangat populer pada riset antioksidan bahan alam. Salah satu alasannya adalah metodenya simpel dan sensitif. Assay ini didasarkan atas teori bahwa donor hidrogen merupakan antioksidan. Uji ini mengukur senyawa yang merupakan scavenger radikal bebas,” kata salah satu penjual DPPH.

Bisa digunakan untuk sampel berupa padatan maupun cairan, gugus kromofor dan auksokrom pada radikal bebas DPPH memberikan absorbansi maksimal pada panjang 517 mm, sehingga menimbulkan warna ungu. Warna DPPH akan berubah dari ungu menjadi kuning seiring penambahan antioksidan, yakni ketika elektron tunggal pada DPPH berpasangan dengan hidrogen dari antioksidan. Hasil dekolorisasi oleh antioksidan ini setara dengan jumlah elektron yang tertangkap.

Sebagai informasi, antioksidan merupakan molekul yang mampu memperlambat atau mencegah oksidasi molekul lainnya. Antioksidan mencegah kerusakan sel akibat spesies oksigen reaktif/ROS yang dihasilkan selama reaksi oksidasi di dalam sel. Terdapat 3 spesies antioksidan, yakni sistem enzim (GSH reductase, catalase, peroxidase, dan sebagainya), molekul kecil (askorbat, asam urat, GSH, vitamin E, dan sebagainya) dan protein (albumin, transferrin, dan lain-lain). Masing-masing antioksidan ini memiliki kemampuan reduksi radikal bebas yang berbeda.

Di Jepang, antioksidan digunakan secara luas sebagai aditif pada makanan guna mencegah tengik yang disebabkan proses oksidatif dan diskolorasi oksidatif lemak dan pada makanan. Karena degradasi oksidatif makanan mengurangi makanan itu sendiri dan menelan makanan yang mengandung peroksida berbahaya bagi tubuh manusia, karenanya antioksidan memiliki peranan penting. Oleh sebab itu, evaluasi kualitas antioksidan sangat krusial.

Pos terkait