Obat untuk Pengencer Darah, Ini Harga Clopidogrel Bisulfate 75 mg Kimia Farma

  • Whatsapp
Obat untuk Pengencer Darah - ptlinktherapy.com
Obat untuk Pengencer Darah - ptlinktherapy.com

Para penderita stroke atau arteri perifer biasanya memperoleh resep obat Clopidogrel dari dokter. Obat keras ini telah diproduksi oleh banyak farmasi di Indonesia, termasuk Kimia Farma. Clopidogrel Bisulfate KF 75 mg ini tersedia di sejumlah toko obat maupun apotek dengan harga berkisar mulai Rp2.397 per tablet atau Rp23 ribuan per isi 10 tablet.

“Clopidogrel adalah obat yang biasa disebut pengencer darah. Biasanya diberikan kepada pasien serangan jantung atau pasca pasang ring jantung,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito A Damay, seperti dilansir Liputan6.

Bacaan Lainnya

Clopidogrel digunakan untuk mencegah trombosit berkumpul pada pembuluh darah, sehingga menghindari terjadinya sumbatan. Sumbatan mendadak pada pembuluh darah koroner bisa menyebabkan serangan jantung. “Pada pasien yang baru saja menerima pemasangan ring, clopidogrel seringkali dikombinasikan dengan pengencer darah lain. Tujuannya, mencegah sumbatan mendadak pada ring yang baru saja dipasang. Menghentikan obat tersebut sama saja meningkatkan risiko sumbatan mendadak pada pembuluh darah koroner atau yang dikenal serangan jantung,” katanya.

Namun demikian konsumsi obat Clopidogrel tidak dianjurkan pada pasien yang sedang mengalami perdarahan aktif, ulkus peptikum, hati berat, gangguan gastrointestinal, maupun pasien yang sedang menyusui. Dosis atau aturan minum Clopidogrel biasanya akan mengikuti petunjuk dokter, karena obat ini tergolong obat keras yang memerlukan resep.

Adapun pada pasien dengan infark miokard yang belum lama terjadi, stroke, atau penyakit arteri perifer biasanya disarankan untuk minum Clopidogrel 75 mg sebanyak 1 kali sehari. Obat Clopidogrel Bisulfate 75 mg Kimia Farma bisa diminum sebelum atau sesudah makan. Obat ini kabarnya akan bekerja dalam 2 sampai 5 menit setelah dikonsumsi.

Konsumsi Clopidogrel mungkin menimbulkan efek samping bagi sebagian orang, seperti pendarahan pada beberapa bagian tubuh atau mimisan tanpa henti, feses berdarah, batuk berdarah, sesak napas, nyeri pada lengan, mendadak lemas atau mati rasa di bagian tubuh tertentu, keseimbangan terganggu, hingga dan mata menguning. Sebaiknya segera periksakan ke dokter jika mengalami efek samping semacam itu.

Pos terkait