Ternyata Ini Keunggulan di Balik Mahalnya Harga Atap Sirap di Bali

  • Whatsapp
Atap Sirap di Bali - (YouTube: SIRAPMAS)
Atap Sirap di Bali - (YouTube: SIRAPMAS)

Berbeda dari masyarakat umumnya yang memakai genteng dan seng untuk atap rumah, masyarakat di rupanya masih banyak menggunakan atap sirap untuk huniannya. Pasalnya, atap sirap memang dikenal lebih tahan lama pemakaiannya dibandingkan dengan jenis atap rumah lainnya. Meski begitu, atap sirap tak bisa dikatakan murah, harga jualnya bisa mencapai puluhan juta rupiah per meter persegi.

Sirap merupakan bahan penutup atap dari papan kayu berukuran panjang 60 -70 cm, lebar 7-10 cm, dan tebal 3-5 mm. Jenis kayu yang sering digunakan untuk pembuatan sirap adalah kayu ulin dan kayu belian. Ada juga sirap yang menggunakan jenis kayu lain yang sudah mengalami proses pengawetan sempurna. Artinya, bahan pengawet terpenetrasi penuh pada seluruh bagian kayu.[1]

Bacaan Lainnya

“Jenis kayu ulin banyak terdapat di Pulau Kalimantan dan merupakan jenis kayu andalan karena memiliki yang tinggi. Kayu ulin memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap perubahan suhu, perubahan cuaca, kelembaban, dan memiliki ketahanan dari serangga,” ungkap Agus Artadana, salah seorang kontraktor di Denpasar, seperti dilansir Bisnis Bali.

Selain terbuat dari bahan berkualitas, bagi masyarakat Bali, genteng atap sirap ternyata memiliki nilai artistik tersendiri. Bahkan, percaya tidak percaya, sebagian masyarakat meminta penambahan atap sirap pada huniannya untuk menciptakan kesan mewah dan unik. Apalagi setiap lembar sirap memiliki warna, lebar, ketebalan, dan potongan yang unik sehingga terlihat dan sejuk. Di wilayah sendiri, atap sirap sudah populer dipakai untuk area perumahan, gazebo taman, hingga lingkungan perhotelan.

“Biasanya atap sirap ini berbentuk panjang kerucut. Selain itu ada pula atap sirap atau atap kayu ulin yang berbentuk persegi panjang. Warnanya juga bervariasi, tetapi genteng sirap yang paling populer adalah yang berwarna tua dan abu-abu tua,” tambahnya.

Dalam pembelian paket genteng atap sirap atau atap kayu ulin ini biasanya diberikan beberapa pilihan. Pilihan jenis atap sirap atau atap kayu ulin berdasarkan bentuk dan ketebalannya, yakni ketebalan 1 –  2 mm dan 4 – 5 mm. Panjang antara 58-60 cm serta lebar kurang lebih 8 cm. Biasanya dijual dalam ikatan. Semua tergantung model dan bentuk atap kayu sirap. Lalu, berapa harga atap sirap di saat ini?

Menurut sejumlah situs jual beli online, 1 ikat atap sirap di ditawarkan mulai harga Rp165 ribu per m2 dan tidak termasuk biaya pemasangan. Atap sirap tersebut berukuran lancip dan berisi 80 keping dengan tebal 0,5 cm, lebar 8 cm, serta panjang 60 cm.

Teknik pemasangan atap sirap tentu berbeda dengan jenis lainnya. Pemasangan atap sirap memerlukan tenaga-tenaga ahli di bidangnya dan peralatan yang memadai. Pemasangan jenis atap ini juga memerlukan konsentrasi tinggi dari para tukang dan kepala teknisi yang berpengalaman. Kesalahan pemasangan atap sirap secara teori dan teknik di lapangan, bisa membuatnya mudah bocor. “Pemasangannya lebih susah bila dibandingkan jenis genteng keramik atau genteng beton. Perawatan genteng atap sirap harus teratur, jika rusak bahan atap sirap susah dicari,” tutup Agus.

[1] Susanta, Gatut. 2007. Panduan Lengkap Membangun Rumah. Jakarta: Niaga Swadaya. Hlm 116.

Pos terkait