Penting untuk Proses Penyulingan, Harga Alat Destilasi Minyak Atsiri Tergantung Kapasitas

  • Whatsapp
Alat Destilasi Minyak Atsiri - www.tokopedia.com
Alat Destilasi Minyak Atsiri - www.tokopedia.com

Dalam produksi minyak asiri (atsiri) dibutuhkan mesin atau alat destilasi untuk membantu proses penyulingan. Harga alat destilasi minyak atsiri ini sangat beragam, tergantung dari kapasitas produksi. Beberapa produsen ada yang merakit mesin destilasi sendiri, namun ada juga membelinya dalam wujud sudah jadi dan siap pakai.

Di tersedia beberapa jenis alat distilasi minyak atsiri. Misalnya saja distiller portable merek ESNSE kapasitas 20 liter yang dibanderol seharga Rp5,6 juta. Kemudian, ada juga alat destinasi produksi Agrowindo tipe DST-10 B kapasitas 10 kg dengan harga Rp24 jutaan, tipe DST-50 B kapasitas 50 kg harganya Rp32,6 jutaan, tipe DST-100 B kapasitas 100 kg harganya Rp41 jutaan, dan tipe DST-10 S harganya Rp19 jutaan per unit. Harga alat destilasi minyak asiri yang berlaku di setiap tempat bisa saja berbeda-beda.

Bacaan Lainnya

Menurut pebisnis minyak atsiri, Khafidz Nasrullah, bagi pemain yang baru merintis bisnis ini sebaiknya menggunakan mesin destilasi kecil mulai dari yang kapasitasnya 50 kg atau 100 kg setiap bulan. “Jika Anda ingin memproduksi beberapa minyak atsiri, ada baiknya membedakan mesin berdasarkan bahan baku. Untuk menghindari komplain dari konsumen bila ada aroma atau sisa penyulingan minyak sebelumnya,” ujar Khafidz, seperti dilansir dari Kontan.

Jika produksi minyak atsiri masih skala kecil, pengusaha juga bisa menggunakan satu mesin saja untuk menghemat biasa investasi. “Mesin itu bisa dicuci bila ingin memproduksi jenis minyak yang berbeda,” paparnya.

Kualitas minyak atsiri menurutnya ditentukan oleh banyak faktor, mulai dari kemurniannya atau tak adanya kandungan mineral tertentu atau air, kejernihannya, dan juga aroma yang dihasilkan. Tetapi, karena pasar minyak atsiri sangat luas, masing-masing industri biasanya membutuhkan spesifikasi tertentu. “Untuk industri makanan dibutuhkan tingkat keasaman yang rendah, sementara industri parfum lebih menonjolkan aroma,” bebernya.

Guna mempermudah produksi, ia juga menyarankan pengusaha baru untuk menanam sendiri tumbuhan yang akan dijadikan bahan baku minyak atsiri. Usahakan juga penyulingan dekat dengan sumber bahan baku untuk menghemat ongkos transportasi. “Kalau sudah menjadi produk jadi, mudah mengangkutnya,” tutupnya.

Pos terkait