Ada Pengembangan Sistem, Layanan Grab di Asia Tenggara Terganggu

  • Whatsapp
Layanan Aplikasi Grab
Layanan Aplikasi Grab - www.marketing-interactive.com

Singapura – Sudah dua hari beruntun pengguna aplikasi Grab di kawasan Asia Tenggara, termasuk Singapura, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Malaysia menghadapi intermiten atau layanan. Pasalnya, penyedia layanan online tersebut memang sedang melakukan pengembangan salah satu sistem mereka. 

Dilansir dari The Straits Times, layanan selama dua hari membuat Grab menerima klaim pelayanan terburuk. Sejumlah pengguna gagal melakukan layanan, termasuk tidak bisa menelepon tumpangan, gagal memesan makanan, hingga tidak bisa mendapatkan pengemudi atau driver. “Gangguan layanan berdampak bagi sejumlah mitra dan pengguna Grab di seluruh wilayah Asia Tenggara,” kata juru bicara Grab pada Rabu (17/11). 

Bacaan Lainnya

Menurut pihak perusahaan, layanan disebabkan peningkatan terhadap salah satu sistemnya. Meski demikian, layanan ini Grab telah aktif dan bisa berjalan secara normal sejak Selasa (16/11). Namun, ada beberapa fitur yang kemungkinan masih mengalami sedikit masalah, tetapi mereka sedang berupaya menyelesaikan peningkatan sistem pada aplikasi. “Kami meminta maaf atas ketidaknyaman ini, dan kami sudah menghubungi serta memberikan dukungan kepada mitra yang terkena dampak,” sambung mereka.

Salah satu pengguna, Fan Xuan, menuturkan bahwa dia telah membelikan pembelian online, tetapi transaksinya tidak pernah berhasil. Kini, ia masih menunggu pengembalian dana sebesar 50 dolar AS dari Grab. Sementara itu, seorang driver bernama Jeevan John Menon, mengatakan, penghasilannya pada hari Selasa kemarin sebesar 270 dolar AS tidak terlihat di aplikasi.

Ini diketahuinya setelah memeriksa jumlah penghasilan harian di aplikasi Grab pada malam hari. Ketika Menon mencairkan dana hasil kerja kerasnya sebagai pengemudi, aplikasi menunjukkan bahwa prosesnya telah selesai, tetapi jumlahnya tidak muncul di rekeningnya. Ini membuatnya panik dan segera menghubungi hotline Grab untuk meminta verifikasi. Namun, usahanya tertahan selama 20 menit dan ia tidak mendapatkan hasil apa pun, termasuk bantuan dari pihak Grab.

“Bagi pengendara yang mengandalkan Grab untuk mencari nafkah, ini bisa sangat menakutkan,” kata Menon. “Saya yakin Grab telah melakukan yang terbaik, tetapi kami membutuhkan komunikasi yang lebih baik dengan perusahaan, terutama ketika menyangkut pendapatan.”

layanan yang terjadi ini tampaknya akan terus berlanjut selama beberapa minggu, sebelum salah satu unicorn tersebut bersiap untuk bergabung dengan Altimeter Growth Corp. Ini adalah perusahaan akuisisi Amerika Serikat dari Altimeter Capital Management milik Brad Gerstner.

Dampak layanan tersebut tentunya berisiko menambah kerugian yang dialami perusahaan. Sebelumnya, Grab telah melaporkan kerugian bersih sebesar 988 juta dolar AS pada kuartal III 2021 akibat lockdown -19. Dilansir dari Nikkei, Grab menyatakan bahwa sebagian besar kerugian berasal dari pengeluaran non-tunai, seperti bunga, kompensasi berbasis saham, dan perubahan nilai investasi.

Pos terkait