Matahari Buatan China Pecahkan Rekor Energi Bersih Dunia

  • Whatsapp
Proyek matahari artifisial buatan China (sumber: smithsonianmag.com)
Proyek matahari artifisial buatan China (sumber: smithsonianmag.com)

Hefei – Matahari buatan China yang disebut EAST (Experimental Advanced Superconducting Tokamak), sejatinya adalah reaktor fusi yang diumumkan lima kali lebih panas dari yang asli. Dipuji banyak ilmuwan, matahari buatan China tersebut memecahkan rekor energi bersih dunia.

EAST berhasil memecahkan rekor dunia karena mampu bertahan pada reaksi dengan suhu 70 juta derajat Celsius atau sekitar 158 juta derajat Fahrenheit selama lebih dari 17 menit. Dilansir dari TRT World, matahari buatan adalah proyek yang dioperasikan di Kota Hefei, China di Provinsi Anhui.

Bacaan Lainnya

Meskipun dijuluki sebagai matahari buatan, EAST bukanlah bola cahaya mengambang yang diluncurkan ke langit seperti matahari asli. Matahari buatan adalah perangkat penelitian eksperimental fusi canggih yang terletak di Institute of Plasma Physics of the Chinese Academy of Sciences (ASIPP) di Hefei, China.

Tujuan dari pembuatan EAST bukan untuk memasok cahaya atau panas seperti matahari asli, melainkan sebagai sumber energi bersih yang dimanfaatkan untuk membangun dan menggerakkan kota-kota oleh para peneliti. 

Dalam detikinet juga disebutkan, tujuan penciptaan EAST adalah untuk meniru proses fusi nuklir yang merupakan reaksi yang sama seperti penggerak matahari sungguhan. Matahari buatan China adalah salah satu dari tiga fusi nuklir domestik utama yang saat ini dioperasikan di seluruh negeri.

Proses pembangkitan atau menciptakan energi EAST menggunakan inti atom. Penggabungan atom hidrogen untuk membuat helium akan menghasilkan energi dengan jumlah yang sangat besar dan nantinya akan diubah menjadi listrik.

Berhadapan dengan Tore Supra tokamak yang memegang rekor dunia 2003 dan reaktor Superconducting Tokamak Advanced Research (KSTAR) Korea Selatan yang mencetak rekor dunia pada 2016, EAST unggul dan memecahkan rekor dunia tahun 2021. Mengalahkan KSTAR dan Tore Supra tokamak Prancis, EAST mampu menghasilkan suhu sekitar 199 juta derajat Celsius atau 216 juta derajat Fahrenheit selama 102 detik.

EAST juga mencatat rekor lain pada Mei 2020 dengan menghasilkan energi panas dalam 101 detik dengan suhu 120 juta derajat Celsius atau 216 juta derajat Fahrenheit yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini mengalahkan inti matahari yang diketahui hanya mampu menghasilkan panas sekitar 15 juta derajat Celsius atau sekitar 27 juta derajat Fahrenheit.

Keunggulan dari matahari buatan China dibandingkan matahari asli adalah tidak menghasilkan gas rumah kaca dan tidak meninggalkan limbah radioaktif. Para di Hefei Institutes of Physical Science memuji keberhasilan EAST dalam meningkatkan sumber energi bersih di China.

“Berbeda dengan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas alam, yang terancam habis dan mengancam lingkungan, bahan mentah yang dibutuhkan untuk matahari buatan hampir tidak terbatas di bumi,” kata Gong Xianzu dalam siaran pers. “Oleh karena itu, energi fusi dianggap sebagai energi pamungkas yang ideal untuk masa depan umat manusia.”

Meskipun biaya yang dikeluarkan untuk membuat matahari buatan China mahal, sepadan dengan hasilnya. EAST diperkirakan menelan biaya lebih dari $1 triliun di China pada akhir eksperimen Juni. Reaktor fusi global diharapkan dapat beroperasi pada 2025.

Pos terkait