Ekspor Meningkat, Diperkirakan Perekonomian Indonesia Salip China dan AS

  • Whatsapp
Jumlah Ekspor Produk Belanja Meningkat - (Karya: xavierarnau)
Jumlah Ekspor Produk Belanja Meningkat - (Karya: xavierarnau)

Jakarta – Produk bruto (PDB) Indonesia meningkat akibat jumlah produk belanja yang melejit. Dampak ekspor yang meningkat membuat kemajuan perekonomian Tanah Air mampu lebih unggul daripada China dan AS.

Menurut Badan Pusat Statistik pada hari Jumat (5/8), PDB Indonesia naik 5,44% pada kuartal April-Juni. Ini didukung kegiatan dan belanja konsumen yang kuat selama bulan suci Ramadan dan liburan Idul Fitri.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Badan Pusat Statistik mengungkapkan, ini membuat pertumbuhan ekonomi menjadi tetap stabil di wilayah Asia Tenggara pada kuartal kedua 2022. Sementara ekonomi tumbuh sebesar 5,01% pada tahun 2022 di bulan Januari hingga Maret, pertumbuhan pada kuartal kedua mengalami percepatan.

Hasilnya juga mengalahkan perkiraan 22 ekonom dalam Reuters yang menyebutkan pertumbuhan 5,17%. Pada triwulan II, perekonomian Indonesia mengalami akselerasi seiring dengan peningkatan dan konsumsi swasta. Konsumsi swasta, yang menyumbang lebih dari setengah PDB Indonesia, naik 5,51% pada kuartal kedua dibandingkan periode yang sama 2021, sementara ekspor meningkat 19,74%.

“Di tengah tekanan global, ekonomi mitra dagang Indonesia terus tumbuh,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono dalam Nikkei Asia. “Indonesia mendapatkan rezeki nomplok dari perdagangan internasionalnya.”

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal tersebut tidak lepas dari perbaikan kondisi pandemi COVID-19, yang membantu percepatan konsumsi dan produksi. Yuwono juga menyebutkan bahwa pariwisata asing tumbuh signifikan, dengan tingkat hunian kamar di meningkat. Ini karena pemerintah menghapus persyaratan bagi pelancong asing untuk menunjukkan tes PCR negatif ketika mereka tiba di bandara Indonesia bulan Mei 2022.

Dengan naiknya harga komoditas di seluruh dunia, negara yang kaya sumber daya seperti Indonesia menikmati ledakan ekspor. Gubernur Perry Warjiyo mengatakan pada hari Senin (1/8), sebelum pengumuman PDB bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua dan ketiga akan terus berlanjut didukung kinerja yang baik.

“Pertumbuhan ekonomi pada Q2 dan Q3 akan terus meningkat setelah Ramadan,” kata Warjiyo. “Dengan mobilitas masyarakat yang membaik dan konsumsi swasta yang meningkat.”

Sementara itu, inflasi berakselerasi ke laju tercepat dalam tujuh tahun, mencapai 4,94% pada Juli. Ini lebih tinggi dari yang diharapkan dan jauh di atas kisaran target bank sentral 2% hingga 4%.

Meskipun begitu, dengan laju perekonomian yang semakin pesat, Indonesia diperkirakan mampu menyalip AS dan China. Dilansir dari CNBC Indonesia, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu melampaui China yang ekonominya jatuh dari 8,1% menjadi 3,3% dan Amerika Serikat yang merealisasikan pertumbuhan ekonomi 2,3%. Ini adalah capaian yang luar biasa bagi Nusantara di tengah kondisi ekonomi global yang semakin memburuk.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.