Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44%, Rupiah Berakhir Menguat

  • Whatsapp
Rupiah - www.beritasatu.com
Rupiah - www.beritasatu.com

JAKARTA – Rupiah mampu bertengger di zona hijau pada Jumat (5/8) sore setelah ekonomi Indonesia kuartal II 2022 dilaporkan terbang tinggi dan sesuai dengan ekspektasi pasar. Menurut paparan Bloomberg Index pukul 14.46 WIB, mata uang Garuda berakhir menguat 38,5 poin atau 0,26% ke level Rp14.894 per AS.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2022 tercatat tumbuh sebesar 5,44% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year). Selain itu, ekonomi Indonesia juga naik 3,72% dibandingkan kuartal I 2022, sehingga lebih baik dari pencapaian kuartal I 2022 yang tumbuh 5,01% secara tahunan.

Bacaan Lainnya

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ciamik ini sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2022 adalah 3,5% dibandingkan kuartal sebelumnya dan 5,17% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, konsensus versi Reuters menghasilkan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi 3,44% secara kuartal dan 5,17% secara tahunan.

“Pertumbuhan ekonomi tahun ini meningkat secara persisten. Polanya mulai dari triwulan II 2021, triwulan III 2021, triwulan IV 2021, triwulan I 2022, dan triwulan II 2022 terus mengalami pertumbuhan,” papar Kepala BPS, Margo Yuwono, dilansir dari Antara. “Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,44% ini berasal dari kenaikan PDB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) maupun PDB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK).”

Ia melanjutkan, kondisi ekonomi global dihadapkan dengan sejumlah tantangan, termasuk tekanan inflasi yang cukup tinggi di beberapa negara. Namun, dengan kenaikan harga komoditas, Indonesia mendapatkan keuntungan dan neraca yang membukukan surplus 15,55 miliar AS atau naik 148,01% year-on-year. “Dari dalam negeri, penanganan Covid-19 membaik sehingga mobilitas penduduk meningkat dan daya terjaga,” sambungnya.

Sementara itu, mayoritas mata uang di kawasan Benua Asia terpantau bergerak lebih tinggi terhadap greenback. Won Korea Selatan menjadi yang paling perkasa setelah melonjak 0,56%, diikuti baht Thailand yang bertambah 0,40%, peso Filipina yang menguat 0,23%, dan China yang naik 0,13%. Sebaliknya, yen Jepang harus menerima nasib melemah tipis 0,08%.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.