Dolar Merah Jelang Rilis Nonfarm Payrolls, Rupiah Berakhir Menguat

  • Whatsapp
Rupiah menguat tipis pada penutupan transaksi Senin (17/12) sore - metrobali.com

JAKARTA – Rupiah mampu bertahan di area hijau pada perdagangan Jumat (3/6) sore ketika AS harus terpuruk menjelang rilis data nonfarm payrolls AS yang dapat memberikan petunjuk tentang kebijakan The Fed. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda berakhir menguat 47 poin ayau 0,32% ke level Rp14.433 per dolar AS 

Sementara itu, mayoritas mata uang di kawasan Benua Asia juga berhasil mengangkangi greenback. Won Korea Selatan menjadi yang paling perkasa setelah meroket 0,82%, diikuti China yang menguat 0,39%, Malaysia yang bertambah 0,07%, dan yen Jepang yang naik tipis 0,05%. Namun, peso Filipina harus melemah 0,23%, sedangkan dolar bergerak minus 0,03%.

Bacaan Lainnya

“Rupiah akan menguat pada perdagangan hari ini karena pasar memanfaatkan momentum buy on clip untuk mendapatkan peluang kenaikan di tengah aktivitas ekonomi yang sudah longgar,” tutur analis pasar uang, Ariston Tjendra, pagi tadi seperti dikutip dari CNN Indonesia. “Pergerakan rupiah juga akan terbantu oleh realisasi inflasi Indonesia sebesar 0,4% pada Mei 2022 kemarin.”

Dari pasar global, AS terpantau bergerak lebih rendah pada hari Jumat saat fokus investor tertuju pada data pekerjaan AS untuk mencari petunjuk tentang seberapa jauh dan cepat Federal Reserve akan menaikkan acuan mereka. Mata uang Paman Sam melemah 0,114 poin atau 0,11% ke level 101,710 pada pukul 10.38 WIB.

AS sebelumnya sempat naik sepanjang bagian awal minggu karena rekor inflasi tinggi di Eropa dikhawatirkan menjadi pertanda dari tingkat yang lebih tinggi di mana-mana. Namun, mata uang tersebut harus jatuh ke zona merah semalam setelah data ekonomi AS dilaporkan beragam, yang memperkeruh prospek.

Data pada Kamis (2/6) malam waktu setempat menunjukkan kenaikan yang lebih rendah dari perkiraan dalam perekrutan swasta di AS, bersama dengan penurunan mengejutkan dalam jumlah pengajuan tunjangan pengangguran. Data nonfarm payrolls yang akan diumumkan hari ini akan memandu ekspektasi upah dan sentimen tentang kekuatan ekonomi yang lebih luas.

“Untuk pasar ekuitas saat ini, apa pun yang dapat dilihat sebagai pembatasan pengetatan The Fed dapat dipandang sebagai hal yang mendukung,” kata ekonom ING, Rob Carnell, dilansir dari Reuters. “Imbal hasil Treasuries dan pasar mata uang kemungkinan akan mengambil isyarat dari pergerakan saham.”

Pos terkait