Dolar Perlahan Bangkit, Rupiah Berbalik Melemah pada Selasa Pagi

  • Whatsapp
Rupiah - pikiran-rakyat.com
Rupiah - pikiran-rakyat.com

JAKARTA – Rupiah harus berbalik ke zona merah pada perdagangan Selasa (28/6) pagi karena dolar AS perlahan tetapi pasti bangkit menuju area positif. Menurut catatan Bloomberg Index pukul 09.07 WIB, mata uang Garuda melemah 30,5 poin atau 0,21% ke level Rp14.827,5 per dolar AS saat greenback naik tipis 0,013 poin atau 0,01%. Sebelumnya, spot berakhir menguat cukup tajam, 50,5 poin atau 0,34% di posisi Rp14.797 per dolar AS pada Senin (27/6) sore.

“Penguatan rupiah (kemarin) disebabkan koreksi pada dolar AS seiring kekhawatiran inflasi yang tinggi dan berpotensi mengganjal ekonomi di AS,” tutur analis Monex Investindo Futures, Andian Wijaya, dikutip dari Kontan. “Hanya saja, ia melihat hal tersebut bisa saja bersifat sementara karena masih adanya isu kenaikan suku Federal Reserve di bulan Juli dan Agustus mendatang.”

Bacaan Lainnya

Hampir senada, Senior Economist Samuel Sekuritas, Fikri C. Permana, juga mengatakan bahwa penguatan rupiah sebenarnya tidak terlepas dari pelemahan yang dialami indeks dolar AS sebesar 0,39%. Alhasil, sebagian mata uang emerging market berhasil mengalami kenaikan terhadap greenback.

“Untuk perdagangan hari ini, rupiah masih peluang melanjutkan penguatan,” papar Fikri. “Dari dalam negeri, rupiah mendapatkan angin segar dari data realisasi APBN yang masih cukup positif. Bank Indonesia juga melaporkan bahwa jumlah uang beredar dalam arti luas pada Mei masih tumbuh secara  tahunan. Ini membuat lebih percaya terhadap mata uang Garuda sehingga bisa menjadi katalis positif.”

Untuk sentimen dari eksternal, Fikri menambahkan, kondisinya akan jauh lebih volatil mengingat adanya rapat Eropa (European Central Bank atau ECB) yang diiringi dengan pernyataan gubernurnya. Hal tersebut dapat memengaruhi arah pergerakan pasar maupun indeks dolar AS. “Penguatan rupiah akan cenderung terbatas dan bergulir di kisaran Rp14.750 hingga Rp14.900 per dolar AS,” sambung Fikri.

Sementara itu, Andian juga mengatakan bahwa rupiah berpotensi melanjutkan penguatan pada hari ini. Menurut dia, sentimen penggeraknya masih akan datang dari pergerakan indeks dolar AS. “Jika data ekonomi AS dan sentimen pasar terus menekan indeks dolar AS, maka dapat mendukung pergerakan rupiah,” terang Andian.

Pos terkait