Respon Kunjungan Nancy Pelosi, China Lepaskan Rudal Balistik ke Perairan Taiwan

  • Whatsapp
Rudal Balistik China - www.defensenews.com
Rudal Balistik China - www.defensenews.com

TOKYO – China pada Kamis (4/8) kemarin dilaporkan menembakkan setidaknya 11 rudal balistik dalam sebuah latihan militer besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya, setelah kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, ke Taiwan. Beijing diketahui telah lama menganggap Taiwan, yang berdiri di atas pemerintahan sendiri, sebagai bagian dari mereka dan akan menariknya kembali walaupun dengan cara paksa.

Seperti dilansir dari The Straits Times, China telah mengerahkan sejumlah pesawat dan menembakkan peluru kendali dalam latihan terbesar mereka di Selat Taiwan, yang dimulai pada Kamis siang dan akan berlangsung hingga Minggu (78) mendatang, memperjelas kemarahannya atas kunjungan Pelosi ke pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu. Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengatakan semua misil ‘tepat mengenai target’, tetapi mengklaim lima dari rudal telah mendarat di zona ekonomi eksklusif (ZEE) mereka.

Bacaan Lainnya

Menurut analisis Tokyo, empat rudal terbang di atas Taiwan dalam apa yang akan dilihat sebagai eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Terakhir kali China menembakkan rudal ke perairan sekitar Taiwan adalah pada tahun 1996 lalu, dan belum pernah mengirim rudal ke pulau itu. Satu rudal diluncurkan dari Zhejiang dan empat lainnya dari Fujian, kata Kementerian Pertahanan Jepang.

Menteri Pertahanan Jepang, Nobuo Kishi, mengecam tindakan itu, menyebutnya sebagai ancaman besar terhadap keamanan nasional dan keselamatan rakyatnya. Meski demikian, Penjaga Pantai Jepang mengonfirmasi bahwa tidak ada kerusakan atau cedera. Namun, Dr. Satoru Nagao, seorang rekan non-residen di Hudson Institute, mengatakan bahwa penembakan tanpa pandang bulu China hanya akan mendorong Jepang dan AS lebih dekat ke Taiwan.

Rudal Balistik China - (YouTube: The Straits Times)
Rudal Balistik China – (YouTube: The Straits Times)

Pasukan Bela Diri Maritim pun berujar pihaknya memperkuat laut dan wilayah udara sekitarnya dengan kapal perusak dan kapal patroli, dengan 20 pesawat pengisian bahan bakar telah dikerahkan kembali ke Okinawa. “Peluncuran rudal China ke ZEE Jepang sebagai peringatan ke Tokyo bahwa pasti ada peningkatan taruhan,” ujar Dr. Tosh Minohara, Ketua Institut Penelitian Urusan Indo-Pasifik.

Ketika ketegangan meningkat dalam pertemuan tahunan para Menteri Luar Negeri ASEAN dan mitra dialog mereka di Phnom Penh, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, menolak untuk bertemu satu sama lain. Sebuah pertemuan yang direncanakan antara Wang dan utusan Jepang, Yoshimasa Hayashi, juga dibatalkan karena Beijing mengecam pernyataan G7 yang mendesaknya untuk menyelesaikan ketegangan atas Taiwan secara damai.

Wang sendiri menggambarkan Pelosi ke Taiwan sebagai ‘tindakan maniak, tidak bertanggung jawab, dan sangat tidak rasional’, menyebut AS sebagai ‘perusak perdamaian terbesar di Selat Taiwan dan pembuat onar terbesar bagi stabilitas regional’. Sementara itu, para Menteri Luar Negeri ASEAN mendesak ‘pengekangan maksimum’, sambil memperingatkan bahwa ketegangan dapat menyebabkan konflik terbuka dan konsekuensi yang tidak dapat diprediksi.

Dalam pertemuannya dengan para menteri ASEAN, Blinken mengatakan bahwa Washington telah menjangkau Beijing ‘di setiap tingkat pemerintahan’ untuk meredakan ketegangan. “Kami berharap bahwa Beijing tidak akan krisis atau mencari dalih untuk meningkatkan aktivitas militernya yang agresif,” katanya.

Beijing sebelumnya menganggap Taiwan, dengan populasi sekitar 23 juta penduduk, sebagai yang memisahkan diri untuk dipersatukan kembali, dengan paksa jika perlu. Sementara itu, Pelosi, dalam pertemuan dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, beberapa waktu yang lalu merayakan Taipei sebagai benteng demokrasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.