Ogah Dikalahkan China, Joe Biden Desak Aturan Semikonduktor AS Segera Disahkan

  • Whatsapp
Ilustrasi : Semikonduktor - www.nist.gov

WASHINGTON – Presiden AS, Joe Biden, dan Wakil Menteri Pertahanan AS, Kathleen Hicks, melakukan pertemuan secara virtual dengan kepala eksekutif Lockheed Martin dan perusahaan lain untuk mengajukan rancangan undang-undang (RUU) guna meningkatkan produksi semikonduktor di Negeri Paman Sam. Undang-undang tersebut diharapkan dapat membantu memastikan militer mendapatkan akses ke chip.

“Semikonduktor, tidak berlebihan untuk dikatakan, adalah titik nol teknologi kami dengan China. Mereka penting untuk teknologi dari kecerdasan buatan hingga hipersonik dan jaringan generasi berikutnya,” kata Hicks, seperti dilansir dari Defense News. “Hanya memastikan bahwa ketika (mengerahkan pasukan), senjata mereka akan beroperasi sebagaimana dimaksud, dan bahwa AS akan mempertahankan kendali atas teknologi itu sangat penting.”

Bacaan Lainnya

Hicks melanjutkan, Pentagon telah menjadi sangat tergantung pada pasar komersial untuk chip komputer dan bahwa 98 persen dari mikroelektronik komersial yang dibutuhkan Pentagon dirakit, dikemas, dan diuji di Asia. Undang-undang tersebut nantinya akan membantu memastikan militer telah mendapatkan akses ke semikonduktor.

RUU yang lolos ke Senat AS adalah prioritas utama pemerintahan Biden. Ini akan menambah sekitar 79 miliar dolar AS pada defisit selama sepuluh tahun, sebagian besar sebagai akibat dari hibah baru dan keringanan pajak yang akan mensubsidi biaya yang dikeluarkan oleh produsen chip komputer ketika membangun atau memperluas pabrik chip di Negeri Paman Sam.

Pendukung mengatakan, negara-negara di seluruh dunia menghabiskan miliaran dolar AS untuk memikat pembuat atau produsen chip. AS pun harus melakukan hal yang sama atau berisiko kehilangan pasokan semikonduktor yang memberi daya pada mobil, komputer, peralatan, dan beberapa sistem militer paling canggih di negara tersebut.

“Pasokan semikonduktor yang berkelanjutan adalah penting, baik untuk keamanan nasional maupun kesehatan industri pertahanan di industri kedirgantaraan secara keseluruhan,“ tutur Kepala Eksekutif Lockheed Martin, Jim Taiclet. “Kami mendapat banyak penekanan dan kepentingan pada chip teknologi terbaru itu karena mereka adalah blok bangunan dari sistem pertahanan masa depan.”

Semikonduktor super-tipis canggih, menurut Taiclet, sangat penting untuk pengembangan hipersonik dan sensor luar angkasa perusahaan, pekerjaannya pada pesawat siluman seperti pesawat tempur F-35, dan rencana raksasa pertahanan itu untuk mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam sistem yang ada. “Jika China, produsen semikonduktor utama bersama Taiwan, dapat membatasi pasokan global, itu akan membahayakan keamanan nasional,” tambahnya.

Pos terkait