Penghasil Kamper Alami, Bibit Pohon Kapur Barus Mulai Langka di Pasaran

  • Whatsapp
Pohon Kapur Barus - www.greeners.co

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan flora yang melimpah. kapur barus misalnya, sudah lama dikenal sebagai salah satu komoditas yang bernilai jual tinggi. Sayangnya, kemunculan kapur barus pabrikan membuat popularitas pohon kapur barus meredup. Di pasaran, bibit pohon kapur barus jenis Dryobalanops aromatica cukup sulit ditemukan. Lebih banyak pedagang yang menjual jenis pohon kamper (Cinnamomum camphora) dengan harga yang relatif terjangkau.

Bibit kapur atau pohon kamper (Cinnamomum camphora) dijual dengan harga beragam, mulai dari Rp20 ribuan sampai Rp50 ribuan. Sementara itu, kapur barus atau Dryobalanops aromatica merujuk pada Barus, yakni daerah penghasil kamper yang berada di pesisir barat Sumatera, bagian Tapanuli Tengah. Dulunya, pohon kapur cukup melimpah di Barus dan wilayah sekitarnya.

Bacaan Lainnya

kapur sering juga dinamakan sebagai pohon kamper yang sejak zaman dulu jadi komoditas perdagangan yang utama dan sangat berharga,” kata Ahmad Dany Sunandar, peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup (BP2LHK) Aek Nauli, Provinsi Sumatera Utara, seperti dilansir Tempo.

Lebih lanjut Dany menerangkan, kapur termasuk jenis kayu perdagangan (golongan meranti) yang menghasilkan produk khas non-kayu berupa kristal yang populer dengan sebutan kapur atau kamper, serta minyak kapur atau ombil. Tanaman dengan nama ilmiah Dryobalanops aromatica tersebut banyak tumbuh di Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, hingga sebagian wilayah Malaysia. Kamper dari Sumatera berbeda dengan kamper dari yang berasal dari jenis Cinnamomum champora.

Dany menambahkan, lembaga konservasi internasional IUCN (International Union for Conservation of Nature) memasukkan kapur barus dalam Daftar Merah dengan status critically endangered atau terancam punah karena kondisinya yang sangat kritis dan langka. kapur barus sendiri memang tak berbuah setiap tahun, sehingga perbanyakan pohon ini harus menyesuaikan dengan waktu pohon berbunga dan berbuah.

Akan tetapi, bila melihat sebaran alami dan sifatnya yang dominan, secara teori walaupun kapur tak berbuah setiap tahun, ini bisa menjadi pohon dominan yang tersebar luas di suatu hamparan. “Dari sini dapat disimpulkan bahwa jika pohon kapur dibiarkan hidup tanpa gangguan di habitatnya, maka kelestarian pohon kapur dapat terjaga secara alami,” ungkapnya.

Tak hanya dapat menghasilkan kamper, kapur barus juga bisa dimanfaatkan kayunya untuk menjadi bangunan, perkapalan, dinding, hingga lantai karena kualitas kayu kamper yang cukup baik. Jika dibiarkan tumbuh di alam, pohon kapur dapat memiliki diameter batang antara 70 cm hingga 150 cm dengan tinggi pohon mencapai 60 meter.

Pos terkait